Budidaya Maggot di Seluruh Kelurahan Bengkulu, Ada Potensi Ekonomi
Kamis, 10 Sep 2026, 12:43 WIBPemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mendorong seluruh kelurahan di wilayah tersebut untuk membudidayakan maggot sebagai salah satu upaya mengurangi permasalahan sampah organik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satunya Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu yang mengembangkan melalui Berendo Maggot bekerja sama dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tahun 2026.
"Diawali di Kelurahan Tanah Patah, dibantu anak-anak KKN UMB, kami lihat pengolahan maggot ini bisa terintegrasi dengan kolam lele dan budidaya itik. Ini menjadi percontohan yang nanti akan kita kembangkan di seluruh kelurahan," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Kamis.
Program Berendo Maggot yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele dan itik dan maggot dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan, kata dia, akan menjadi percontohan untuk dapat diterapkan di kelurahan lain.
Selama ini, lanjutnya, sampah organik atau sampah basah yang tidak memiliki nilai guna dapat dapat diolah menjadi maggot sehingga lebih bermanfaat, sedangkan untuk sampah plastik sudah memiliki pihak yang menampung untuk didaur ulang.
Pihaknya saat ini memanfaatkan dana kelurahan untuk pengembangan budidaya maggot, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku. "Semoga nanti bisa kita anggarkan dana kelurahan secara khusus untuk pengelolaan maggot, tetapi kita masih melihat regulasinya," ujar Dedy.
Dedy berharap program budidaya maggot dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan guna mengurangi sampah. Budidaya maggot, kata dia, dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dan menjadi alternatif pakan bagi budidaya ikan maupun ternak.
Di sisi lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin menerangkan program budidaya maggot menjadi salah satu solusi dalam mengurangi volume sampah organik yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Ke depan, sesuai arahan Wali Kota Bengkulu, kami berharap seluruh kelurahan melakukan budidaya magot sebagai bagian dari gerakan pengelolaan sampah organik," katanya.
Untuk itu program budidaya tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui tahap uji coba dan pengembangan dan ditargetkan berada di seluruh kelurahan sehingga pengolahan sampah organik dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber sampah masyarakat.
Saat ini sampah organik seperti sisa makanan dan limbah dapur masih banyak yang langsung dibuang, padahal jika dipilah dan dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan bagi maggot yang memiliki nilai jual.
Budidaya maggot juga bermanfaat sebagai pakan ternak maupun pakan ikan lele, sehingga dengan adanya program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
- budidaya maggot
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.