Kembangkan PPN Pengambengan Bali, KKP Gelontorkan Rp1,2 Triliun

Selasa, 29 Sep 2026, 14:37 WIB

JEMBRANA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyebut pemerintah mengalokasikan investasi sedikitnya Rp1,2 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali.

Trenggono mengatakan pembangunan pelabuhan tersebut dirancang secara terintegrasi agar tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga mendukung pengembangan industri dan pariwisata di Bali.

Ket. Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenghono melakukan groundbreaking Pengembangan PPN Pengambengan melalui proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market Phase 1 di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). — Sumber: ANTARA

"Angka yang kita turunkan di sini tidak kurang dari Rp1,2 triliun. Menjadi satu pelabuhan yang sangat modern, tertata dengan baik," kata Trenggono dalam acara groundbreaking Pengembangan PPN Pengambengan melalui proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market Phase 1 di Jembrana, Bali, Selasa(29/9).

Ia menyampaikan pembangunan PPN Pengambengan tidak boleh dilakukan secara parsial dengan anggaran yang terbatas. Menurutnya, pemerintah ingin membangun pelabuhan perikanan yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung. 

"Saya nggak mau kalau anggaran pembangunan di Pengambengan sini cuma Rp500 miliar, Rp600 miliar. Saya kepengin membangun sekali, kita mau bangun betul-betul harus terintegrasi," ujarnya.

Trenggono menjelaskan Pengambengan dipilih sebagai lokasi pengembangan pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa dinilai sudah tidak sesuai untuk dikembangkan sebagai pelabuhan perikanan.

Menurutnya, kawasan Benoa lebih tepat diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata, termasuk dengan keberadaan kawasan mangrove di sekitarnya.

Karena itu, pemerintah menggeser pengembangan pelabuhan perikanan ke Pengambengan dengan konsep yang lebih modern dan terintegrasi.

Trenggono mengatakan konsep tersebut juga mengacu pada pengalamannya melihat sejumlah pelabuhan perikanan di berbagai negara, termasuk di Eropa, Australia, Jepang, Turki, hingga Vigo (Spanyol).

Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan pengelolaan limbah dalam pembangunan pelabuhan perikanan. Karena itu, fasilitas industri yang berada di sekitar kawasan pelabuhan juga harus terintegrasi dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik.

"Kalau ini dibangun, diintegrasikan dan syaratnya mereka harus mau IPAL-nya harus dirapikan, sehingga pelabuhan ini betul-betul menjadi kombinasi antara industri dan pariwisata," terangnya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi di sektor perikanan, Trenggono menyebut pengembangan PPN Pengambengan diperkirakan dapat menciptakan sekitar 25.000 lapangan kerja.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan masyarakat Bali mendapatkan kesempatan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di kawasan tersebut melalui pendidikan dan pelatihan.

"Jadi sebaiknya memang pelaku yang bekerja di sini ya orang Bali. Jangan dari Jawa lagi pergi ke sini, harus orang Bali supaya mereka dapat pekerjaan dengan baik, dilatih dan dididik dengan baik,” ujarnya.

Trenggono berharap pengembangan PPN Pengambengan dapat menjadi pusat perikanan modern yang sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar serta mendukung sektor pariwisata Bali.

  • Kementerian KKP

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.