• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tim Ekspedisi Patriot UI E...

Tim Ekspedisi Patriot UI Edukasi Warga Werianggi Olah Pala Jadi Pembersih Tangan

Selasa, 29 Sep 2026, 14:44 WIB

JAKARTA – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi dan melatih warga Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi produk pembersih tangan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Pelatihan tersebut diikuti 20 perempuan yang tergabung dalam kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ayawata, terdiri atas orang asli Papua dan warga transmigran, dengan memanfaatkan biji pala yang selama ini memiliki nilai jual relatif rendah.

Ket. Foto: Sejumlah warga mengikuti pelatihan pengolahan biji pala menjadi produk pembersih tangan yang diberikan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat di Balai Isombani, Kampung Werianggi, Papua Barat. — Sumber: ANTARA

“Harapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi,” kata peserta pelatihan Katerina Bieth dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa (29/9).

Dalam pelatihan tersebut, biji pala terlebih dahulu dijemur selama lima hingga enam hari hingga kering, kemudian ditumbuk dan direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan perbandingan 1 banding 5 selama tiga hari.

Campuran tersebut selanjutnya disaring dan ekstraknya dikemas dalam botol semprot sebagai produk uji coba pembersih tangan.

TEP UI memilih biji pala berdasarkan kajian literatur mengenai kandungan minyak atsiri dan senyawa aktif pada komoditas tersebut, namun efektivitas formulasi yang dibuat warga masih dalam proses pengujian.

Anggota TEP UI Fhira mengatakan tim masih meneliti lebih lanjut kandungan dan efektivitas produk setelah ekstrak pala dicampurkan dengan formulasi beralkohol maupun tanpa alkohol.

“Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu,” ujar Fhira.

Pengujian laboratorium dilakukan terhadap empat sampel, yakni kelompok tanpa pembersih tangan, pembersih tangan berbahan biji pala, berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.

Kementerian Transmigrasi menyatakan hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar untuk mengetahui lebih jauh potensi pengembangan formulasi sebelum produk diperkenalkan secara lebih luas.

Setelah hasil pengujian diperoleh, produk tersebut direncanakan dipamerkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober 2026 sebagai tahap awal pengenalan produk.

Selain membuka peluang diversifikasi produk pala, pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan alternatif kegiatan ekonomi kepada kelompok UMKM Ayawata dengan memanfaatkan komoditas yang tersedia di kawasan transmigrasi.

Werianggi-Werabur di Kabupaten Teluk Wondama merupakan salah satu kawasan penugasan TEP UI pada 2026.

Sebelumnya, tim tersebut juga memberikan pelatihan bahasa Inggris dasar kepada 34 petani pala yang tergabung dalam kelompok Ayawata untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan pemasaran produk lokal.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi dapat dimulai dari pemanfaatan potensi lokal yang kemudian diperkuat melalui keterampilan, teknologi, pengemasan, dan akses pasar.

“Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Iftitah.

  • Tim Ekspedisi Patriot UI

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.