Menakutkan, Sopir Jaklingko Semakin Ugal-ugalan

Rabu, 09 Sep 2026, 01:15 WIB

JAKARTA – Masyarakat mempertanyakan manajemen yang mengelola atau mengawasi Jaklingko karena banyak ugal-ugalan. Bahkan sering tidak mau berhenti di halte dan terus ngebut. Nyetir juga sering kejar-kejaran seperti mengejar penumpang. Berhenti juga sering mendadak.

“Saya minta lima wali kota mencari solusi untuk mengatasi sopir-sopir Jaklingko yang terus ugal-ugalan,” harap anggota Komisi A DPRD Jakarta, Ongen Sangaji. Dia minta para wali kota di Jakarta melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Menurutnya, sopir JakLingko yang ugal-ugalan dapat membuat resah masyarakat karena kelakuan mereka sangat menakutkan.

Ket. Foto: Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem Ongen Sangaji. — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

“Ini sudah menjadi pengaduan dan meresahkan. Mereka menakutkan dan menggelisahkan. Akhir-akhir ini, sopir-sopir tidak sopan di jalan,” ujar Ongen dalam rapat kerja dengan lima wali kota dan bupati Pulau Seribu di Jakarta, Selasa. Ongen menyoroti perilaku sejumlah sopir JakLingko yang dinilai ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya. Ini berpotensi membahayakan pengguna Jaklingko, masyarakat pengendara, dan pengguna jalan lainnya.

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait perilaku sopir JakLingko ditemukan di hampir seluruh wilayah Jakarta. Kondisi ini pun dinilai telah membuat pengguna transportasi umum merasa resah, takut, dan tidak nyaman.

Maka dari itu, Ongen minta lima wali kota beserta Suku Dinas Perhubungan di lima wilayah Jakarta, 44 Camat di Kecamatan dan Dinas Perhubungan yang berada di Kecamatan agar melakukan pengawasan dan penindakan terhadap sopir Jaklingko yang ugal-ugalan. Berhentikan saja dan cari yang baru melalui tes perilaku dan mental.

Sopir-sopir tersebut telah meresahkan dan mengganggu masyarakat pengguna Jaklingko, khususnya ibu-ibu dan anak-anak. “Rapat perlu menyepakati keputusan bersama untuk melakukan tindakan tegas kepada sopir-sopir JakLingko yang ugal-ugalan,” ujar Ongen. Lebih lanjut, dia mempertanyakan alasan masih adanya sopir JakLingko yang memacu kecepatan kendaraan secara berlebihan. Sebab JakLingko mendapatkan dukungan dan insentif dari pemerintah daerah.

Dia menegaskan tidak semestinya sopir Jaklingko mengejar target penumpang dengan cara berkendara secara agresif sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Tidak ada alasan untuk kejar target. Mereka kan mendapatkan insentif dari APBD,” tegas Ongen.

Persoalan tersebut, kata dia, juga harus menjadi perhatian serius BUMD terkait dan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sebagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan transportasi publik. “Jangan sampai ada target tertentu yang membuat mereka harus kejar-kejaran dan membuat para sopir jadi ugal-ugalan. Karena itu, memang harus diawasi secara ketat terhadap sopir-sopir JakLingko,” tutur Ongen.

  • Supir Jaklingko

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.