72 Ribu Warga Purwakarta Terancam Krisis Air Bersih, 14 Kecamatan Dihantam Kemarau Parah

Rabu, 09 Sep 2026, 01:40 WIB

PURWAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mencatat sedikitnya 72.000 jiwa warga yang tersebar di 45 desa dari 14 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang, Selasa (8/9).

Kepala BPBD Purwakarta, Haryadi Erlan saat dihubungi di Purwakarta, Selasa menyampaikan hingga kini pihaknya terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah daerah terdampak kemarau.

Ket. Foto: Pendistribusian air bersih. — Sumber: ANTARA/Arif Firmansyah

"Sejak dua bulan terakhir hingga saat ini pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan," katanya.

Ia menyampaikan, sampai saat ini tercatat sudah ada 819 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan, untuk membantu warga terdampak kekeringan mendapatkan air bersih.

"Jika dijumlahkan, totalnya sudah 212 pendistribusian air bersih ke daerah terdampar kekeringan," katanya.

Berdasarkan data BPBD Purwakarta, saat ini terdapat 72 ribu jiwa dari 23.803 keluarga dilaporkan terdampak kekeringan hingga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau ini.

Puluhan ribu jiwa yang terdampak kekeringan ini tersebar di 45 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Purwakarta, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Bojong, dan Kecamatan Darangdan.

Daerah yang dilanda kekeringan lainnya ialah Kecamatan Plered, Sukatani, Tegalwaru, Maniis dan Kecamatan Sukasari.

Erlan menyampaikan, petugas BPBD Purwakarta akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam membantu warga untuk mendapatkan air bersih, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.