Pasien Jantung Boleh Bernapas Lega, RSUD La Palaloi Boyong Fasilitas Cath Lab Canggih

Selasa, 08 Sep 2026, 01:05 WIB

MAROS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Palaloi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bersiap mengoperasikan Laboratorium Kateterisasi (Catheterization Laboratory/Cath Lab) untuk penanganan pasien jantung usai menerima paket bantuan alat medis senilai Rp 30 miliar dari Kementerian Kesehatan, Senin (7/9).

"Paket bantuan yang bernilai kurang lebih Rp30 miliar ini diproyeksikan menjadi solusi krusial dalam mendiagnosis hingga mengatasi berbagai masalah pembuluh darah dan penyakit jantung di wilayah tersebut," kata Bupati Maros, HA. Chaidir Syam di Maros, Senin.

Ket. Foto: Bupati Maros HAS Chaidir Syam di RSUD La Palalioi mengamati peralatan medis bantuan Kementerian Kesehatan RI untuk "Catheterization Laboratory" (Laboratorium Kateterisasi) pasien jantung. — Sumber: ANTARA/ HO-KominfoSP

Bupati Maros menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas perhatian dan bantuan medis yang harganya sangat mahal.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Maros mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” ujarnya.

Bupati menegaskan kehadiran alat bernilai puluhan miliar ini bukan hal yang instan, melainkan wujud nyata dari komitmen, sinergi, dan perjuangan panjang pemerintah daerah hingga ke tingkat pusat demi memaksimalkan serta mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD La Palaloi, dr Sri Syamsinar Rachmah mengatakan meskipun unit alat medis sudah di lokasi, namun fasilitas ini belum bisa langsung digunakan seketika. Pasalnya, laboratorium ini baru akan beroperasi secara penuh diperkirakan akhir tahun ini.

“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kita sementara pengurusan ijin pengoperasian dan membutuhkan tenaga dokter dan tim medis yang benar-benar terlatih. Oleh karena itu, tim medis kami harus mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan,” jelasnya.

Kehadiran Cath Lab ini dipastikan akan memangkas birokrasi rujukan dan menghemat waktu penanganan pasien darurat (golden period).

Selama ini, pasien yang mengalami penyakit jantung dan membutuhkan tindakan intervensi, seperti pemasangan cincin atau balon jantung harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Makassar karena keterbatasan alat.

Dengan adanya fasilitas baru ini, warga Kabupaten Maros yang membutuhkan penanganan jantung kini bisa langsung dilayani di daerah sendiri, tepatnya di RSUD La Palaloi.

Demi kelancaran pelayanan kesehatan ini, para dokter diberikan pelatihan fellowship selama satu tahun di Tiongkok. Sementara itu, tenaga keperawatan saat ini sedang menjalani pelatihan selama tiga bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

  • penyakit jantung
  • rsud la palaloi
  • cath lab maros
  • laboratorium kateterisasi

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.