Fiorentina Pecat Fabio Grosso Usai Tiga Kekalahan Beruntun
Selasa, 08 Sep 2026, 00:35 WIBFLORENCE â Fiorentina memecat pelatih Fabio Grosso pada hari Senin (7/9) setelah tiga kekalahan beruntun pada awal musim Serie A membuat klub asal Florence tersebut terpuruk di dasar klasemen.
Keputusan itu diumumkan Fiorentina melalui pernyataan resmi klub. Kekalahan demi kekalahan membuat La Viola baru mencetak satu gol dan sudah kebobolan sembilan gol dari tiga pertandingan pertama.
Fiorentina mengawali musim dengan kekalahan telak 0-4 di markas AS Roma. Mereka kemudian dipermalukan tim promosi Frosinone 0-3 di kandang sendiri, sebelum kembali menelan kekalahan 1-2 dari Torino pada hari Sabtu.
Situasi tersebut membuat Fiorentina berada di dasar klasemen Serie A. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Venezia pada hari Jumat, tetapi pertandingan itu akan menjadi era baru setelah Grosso meninggalkan kursi pelatih.
Grosso baru menangani Fiorentina selama kurang dari tiga bulan. Mantan bek tim nasional Italia berusia 48 tahun tersebut ditunjuk pada 8 Juni untuk menggantikan Paolo Vanoli dan mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun.
Namun, Grosso gagal memberikan awal yang diharapkan. Tiga pertandingan tanpa kemenangan, ditambah performa lini belakang yang rapuh, membuat manajemen Fiorentina mengambil keputusan cepat.
Sebelum Grosso, Fiorentina ditangani Vanoli yang membawa klub tersebut finis di posisi ke-15 Serie A musim lalu.
Vanoli sebelumnya menggantikan Stefano Pioli, yang dipecat setelah Fiorentina menjalani 10 pertandingan tanpa kemenangan pada awal musim.
Penunjukan Grosso pada musim panas lalu diharapkan membawa perubahan. Ia datang ke Fiorentina setelah sukses membawa Sassuolo promosi ke Serie A pada musim pertamanya bersama klub tersebut dan kemudian mengantarkan mereka finis di papan tengah kompetisi kasta tertinggi Italia.
Namun, kiprahnya di Florence hanya bertahan kurang dari tiga bulan.
Grosso memiliki reputasi sebagai salah satu figur penting dalam sejarah sepak bola Italia. Ia merupakan bagian dari tim Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman.
Momen paling ikonik dalam kariernya terjadi di final melawan Prancis. Grosso mencetak penalti penentu dalam drama adu penalti yang membawa Italia menjadi juara dunia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Grosso menekuni karier kepelatihan. Ia pernah menangani sejumlah klub, termasuk Bari, Hellas Verona, Brescia, Sion, Frosinone, dan Olympique Lyonnais.
Kini, Fiorentina harus segera menemukan pengganti Grosso. Dengan pertandingan melawan Venezia sudah menanti pada hari Jumat, klub dituntut bergerak cepat untuk menghindari situasi yang semakin buruk pada awal musim Serie A.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Program Cetak Sawah Baru di Pohuwato Sukses, Lahan 20 Hektare Panen Dua Kali.
-
Realme Manfaatkan Clash of Champions untuk Dorong Anak Muda Kembangkan Kompetensi
-
Bensin RON Tinggi Lebih Irit, Benarkah? Ini Penjelasannya!
-
Bursa Transfer: Real Madrid Lepas Pemain Mudanya ke Fiorentina
-
Lima Strategi Pemerintah Lindungi Peternak Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.