Dari F&B ke Pet Food, David Hadiputra Fokus Bangun Bisnis Berbasis Kebutuhan Konsumen
Selasa, 08 Sep 2026, 10:48 WIBJAKARTA â Perjalanan bisnis David Hadiputra melintasi sejumlah sektor, mulai dari industri hingga makanan dan minuman (F&B), sebelum akhirnya lebih fokus mengembangkan bisnis pet food di Indonesia. Pengalaman membangun bisnis di berbagai industri tersebut memberikan wawasan berharga bagi Managing Director PT Link Two Link Indonesia (Link2Link) ini.
Ia menuturkan pengalaman itu membentuk pandangannya bahwa keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memahami kebutuhan konsumen dan menghadirkan solusi yang relevan.
âBagi saya, bisnis jangka panjang harus berangkat dari kebutuhan yang nyata. Kita tidak mulai dari apa yang ingin kita jual, tetapi dari apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen,â ujar David di sela Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Minggu (6/9/2026).
Lulusan Singapore Institute of Management dengan latar belakang Business, Marketing, dan Finance itu mengawali perjalanan profesionalnya di Singapura. Setelah kembali ke Indonesia pada masa pandemi Covid-19, David mulai membangun sejumlah usaha, antara lain penyediaan rope untuk industri pelayaran dan bisnis F&B melalui Gaja Chicken serta The Layer.
Pengalaman tersebut turut membentuk pendekatannya dalam mengembangkan perusahaan. Salah satu pembelajaran penting diperolehnya ketika Gaja Chicken mulai berkembang dan mendapat minat untuk diwaralabakan. Saat itu, David menilai tim dan sistem yang dimiliki belum sepenuhnya siap untuk menopang ekspansi dalam skala lebih besar.
âDari situ saya belajar bahwa demand saja tidak cukup. Semakin besar bisnis, semakin penting kesiapan tim dan sistem untuk menopang pertumbuhannya. Karena itu saya sangat percaya pada continuous improvement,â ungkapnya.
Fokus Mengembangkan Bisnis Pet Food
Dari berbagai sektor yang pernah digeluti, industri pet food kini menjadi salah satu fokus utama David. Melalui Link2Link, ia mengembangkan bisnis distribusi sekaligus pengembangan merek pet food internasional di Indonesia. Sejumlah merek yang berada dalam portofolio perusahaan antara lain Taste of the Wild, Diamond Naturals, Wanpy, dan Aatas Cat.
David melihat industri pet food Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan. Berdasarkan data Euromonitor International yang dikutip perusahaan, nilai penjualan ritel industri pet care Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar Rp10,4 triliun pada 2026, atau tumbuh sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Future Market Insights memperkirakan penetrasi commercial pet food masih berada di bawah 30 persen dari total populasi hewan peliharaan. Menurut David, kondisi tersebut menunjukkan peluang industri tidak hanya berasal dari bertambahnya jumlah pemilik hewan peliharaan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran pemilik hewan terhadap kebutuhan nutrisi dan perawatan hewan.
âPertumbuhan industri bukan hanya soal menjual lebih banyak produk. Yang lebih penting adalah bagaimana pet owners semakin memahami kebutuhan hewan mereka dan bisa membuat keputusan yang lebih baik,â ujarnya.
Link2Link Perluas Distribusi
Sejak berdiri pada 2024, Link2Link telah membangun jaringan lebih dari 350 retailer dan pet shop yang tersebar di Jawa, Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 40 persen pada 2025. Ke depan, Link2Link menargetkan pendapatan meningkat hingga lima kali lipat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan merek yang telah dimiliki, peningkatan performa jaringan retailer, perluasan distribusi ke wilayah yang dinilai memiliki potensi, serta penambahan merek dan kategori produk secara selektif.
Meski demikian, David mengatakan ekspansi tidak akan dilakukan dengan mengorbankan kesiapan organisasi. Pengalaman dari bisnis sebelumnya membuatnya lebih berhati-hati dalam menentukan kecepatan pertumbuhan.
âBerdasarkan pengalaman, terlalu cepat ingin berkembang ke banyak hal tidak selalu baik untuk bisnis jangka panjang. Kita harus benar-benar kuat di satu area sebelum masuk ke area berikutnya. Fokus dulu pada kebutuhan konsumen, produk, tim, dan sistem,â paparnya.
Pet-Preneur sebagai Fokus Baru
David menyebut istilah pet-preneur sebagai gambaran atas fokus bisnisnya saat ini. Namun, menurut dia, identitas tersebut tetap menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar sebagai seorang entrepreneur.
âMenjadi pet-preneur adalah fokus saya saat ini dan entrepreneur adalah identitas yang lebih besar. Pengalaman dari bisnis-bisnis sebelumnya banyak saya bawa ketika membangun bisnis sekarang. Industri bisa berbeda, tetapi pada akhirnya saya selalu kembali pada kebutuhan apa yang ingin kita jawab dan nilai apa yang bisa kita berikan,â tuturnya.
Ia berharap perkembangan industri pet food Indonesia tidak hanya tercermin melalui peningkatan nilai pasar, tetapi juga melalui meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan hewan peliharaan.
âSaya melihat masih banyak ruang untuk membuat industri ini lebih baik, bukan hanya dengan menghadirkan lebih banyak pilihan produk, tetapi dengan benar-benar memahami apa yang dibutuhkan pet owners dan hewan peliharaan mereka. Itu yang ingin terus saya bangun di industri pet food,â tambah David.
- entrepreneur
- Hewan Peliharaan
- Indonesia International Pet Expo (IIPE)
- industri pet food
- Bisnis Indonesia
- Bisnis F&B
- IIPE 2026
- Pet Food
- David Hadiputra
- Pet-Preneur
- Bisnis Pet Food
- Link2Link
- Pet Shop
- Pet Care
- Bisnis Pet Care
- Pasar Pet Food
- Konsumen Pet Food
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
IIPE 2026 Ramai Pengunjung, Coucou Tebar Diskon hingga 30 Persen
-
Soal Sampah Ilegal Nagrak Cilincing, Gubernur Pramono Anung Minta Sanksi Tegas
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Rabu
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Pemprov DKI Siapkan Lapangan Soemantri dan Banteng
-
Pemilik Hewan Peliharaan Didorong Lebih Proaktif Menjaga Kesehatan Binatang Kesayangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.