Bikin Geger! 30 Robot Turun ke Jalan di Polandia, Tuntut AI Segera Diatur

Selasa, 08 Sep 2026, 04:00 WIB

Warsawa - Sambil mengibarkan bendera, meneriakkan slogan, dan berjalan berkeliling, sekitar 30 robot turun ke jalan di Warsawa, Polandia, pada Senin (7/9) untuk berkampanye menuntut regulasi kecerdasan buatan (AI) di depan Kementerian Urusan Digital Polandia.

Aksi tersebut diorganisasi oleh Democratism, sebuah inisiatif yang menurut situs webnya bertujuan membuka perdebatan "mengenai dampak AI dan robotisasi terhadap pasar tenaga kerja".

Ket. Foto: Robot humanoid dan robot berkaki empat mengikuti aksi demonstrasi yang menyerukan pengaturan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Warsawa, Polandia, pada Senin (7/9). — Sumber: AFP

"Robot-robot yang hadir di sini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa teknologi ini sudah menjadi kenyataan," kata Agibot A3, salah satu robot humanoid bertenaga AI, kepada AFP.

Seruan seperti "Lindungi lapangan kerja", "Saatnya membuat aturan", dan "Jangan menunggu, atur sekarang" diperdengarkan melalui pengeras suara ketika robot-robot tersebut melakukan aksi. Robot yang ikut berdemonstrasi beragam, mulai dari humanoid berkaki dua hingga robot berkaki empat menyerupai anjing.

"Kami secara khusus ingin mengangkat persoalan potensi penggantian manusia, baik oleh robot humanoid maupun kecerdasan buatan dalam pekerjaan yang bersifat kognitif," kata penyelenggara aksi, Grzegorz Kulis, kepada AFP.

"Jika kita tidak bertindak sekarang, kita mungkin segera menghadapi masalah," ujarnya. Ia menekankan pentingnya "aturan dan regulasi yang dapat menjadi perisai untuk melindungi pekerja".

Selain menarik perhatian sejumlah orang yang melintas, Kulis mengatakan penggunaan robot dalam aksi tersebut bertujuan menunjukkan kemampuan teknologi yang sudah tersedia sekaligus menggambarkan urgensi persoalan tersebut.

"Robot-robot ini sudah dapat bergerak dengan bebas, mereka bahkan sudah 'berdemonstrasi'," katanya.

Aksi robot tersebut turut mendapat perhatian Menteri Urusan Digital Polandia Krzysztof Gawkowski, yang datang menemui Kulis di lokasi.

"Model AI yang tidak terkendali, yang diterapkan pada robot humanoid dan akan terus berkembang seiring kemajuan robotisasi, merupakan masalah besar," kata Gawkowski.

Kulis, yang kini menjabat sebagai CIO di sebuah perusahaan robotika sekaligus CEO sebuah perusahaan penyedia tenaga kerja, sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota Dewan Pasar Tenaga Kerja di Kementerian Keluarga, Tenaga Kerja, dan Kebijakan Sosial Polandia.

"Kami merasa bertanggung jawab untuk mulai menginformasikan kepada masyarakat mengenai perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan dinamis, yang secara pribadi membuat kami khawatir," katanya kepada AFP.

Pada Juli, Presiden Polandia yang berhaluan konservatif-nasionalis, Karol Nawrocki, menandatangani undang-undang yang diajukan kementerian terkait penerapan Undang-Undang AI Uni Eropa (EU AI Act) di Polandia.

Undang-undang tersebut membentuk otoritas nasional yang memiliki kewenangan untuk menegakkan aturan Uni Eropa yang telah berlaku secara resmi.

  • ekosistem kecerdasan buatan (AI)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.