Wagub Sulawesi Selatan Dorong Toraja Utara Jadi Sentra Kopi
Senin, 28 Sep 2026, 10:12 WIBMAKASSAR â Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong Toraja Utara menjadi sentra kopi melalui penguatan keterampilan barista dan pengembangan usaha berbasis komoditas lokal.
"Bukan cuma memperkenalkan produk kita dari hulu ke hilir, pemerintah pusat saat sekarang ini mendorong hilirisasi. Saya punya angan-angan besar, cita-cita besar, bahwa di Toraja Utara dan Tana Toraja kita harus menjadikan sentra kopi," kata Fatmawati dalam keterangannya di Makassar, Minggu (27/9).
Pernyataan tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri Pelatihan Vokasional Barista PLUT KUMKM Sulsel yang diikuti belasan barista.
Ia mengatakan pengembangan kopi Toraja perlu diperkuat dari hulu hingga hilir melalui peningkatan keterampilan sumber daya manusia serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Fatmawati menyebut Toraja Utara dan Tana Toraja memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi yang telah dikenal luas.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dikembangkan agar kopi tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui pengolahan hingga siap dinikmati konsumen.
Ia juga menyebut Toraja Utara, Tana Toraja, dan Kabupaten Enrekang sebagai wilayah yang berpotensi menjadi sentra kopi di Sulawesi Selatan.
Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dan generasi muda penting dilakukan agar potensi kopi dapat berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Fatmawati berharap wisatawan yang berkunjung ke Toraja Utara dan Tana Toraja tidak hanya menikmati alam dan destinasi wisata, tetapi juga membawa produk kopi lokal sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
"Semua orang yang keluar dari Toraja Utara dan Tana Toraja harus membawa kopi," ujarnya.
Menurut dia, pengembangan kopi juga perlu didukung ruang edukasi bagi masyarakat. Kawasan publik seperti alun-alun dan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi.
Edukasi tersebut dapat mencakup pemilihan biji kopi hingga proses pengolahan menjadi minuman dengan cita rasa yang baik.
Ia menekankan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan peralatan, tetapi juga kualitas biji kopi dan keterampilan dalam mengolahnya.
Karena itu, Fatmawati meminta peserta memanfaatkan pelatihan untuk menggali pengetahuan dari para pemateri mengenai proses sangrai kopi, pembuatan espresso, hingga berbagai jenis minuman kopi.
"Teman-teman harus gali sebanyak-banyaknya kepada pemateri tentang seperti apa, mulai dari roasting kopinya sampai bikin kopi espresso ataupun kopi-kopi lainnya yang enak," katanya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat dibagikan kepada generasi muda, pekerja kreatif, dan pelaku usaha sehingga pengembangan kopi di Sulawesi Selatan dapat diperluas.
"Saya berharap ilmu yang didapatkan hari ini bisa di-transfer knowledge, bisa dibagi lagi kepada kaum muda, anak muda yang pekerja kreatif, anak-anak muda entrepreneur yang bisa kita kembangkan lebih besar lagi untuk pengembangan kopi kita ini," lanjutnya.
Fatmawati mengatakan pengembangan kopi dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Kekayaan alam dan destinasi wisata di Toraja dapat dipadukan dengan pengalaman menikmati kopi lokal untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.