FLONA 2026 Hadirkan Kekayaan Flora-Fauna dan Budaya Nusantara di Jakarta

Minggu, 06 Sep 2026, 17:25 WIB

JAKARTA - Pameran Pertamanan Flora dan Fauna (FLONA) Jakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengenalkan beragam tanaman dan satwa, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu ruang publik. Mengusung tema "Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta", kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan ruang terbuka hijau sebagai tempat edukasi, rekreasi, sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

FLONA 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan berbagai konsep yang merepresentasikan keberagaman daerah di Indonesia. Ornamen rumah, tanaman, serta sejumlah elemen budaya dari berbagai wilayah dipadukan dalam area pameran sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang berkunjung.

Ket. Foto: Pameran Pertamanan Flora dan Fauna (FLONA) Jakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengenalkan beragam tanaman dan satwa, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu ruang publik. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai konsep keberagaman yang dihadirkan dalam FLONA 2026 menjadi salah satu kekuatan utama pameran tersebut. Menurutnya, keberagaman dari berbagai wilayah dapat terlihat melalui penataan area yang membawa karakter berbeda dari masing-masing daerah.

"Terus terang pelaksanaannya tahun ini menurut saya salah satu pelaksanaan yang terbaik. Saya tadi keliling melihat dari kota, lima kota, satu kabupaten, temanya berbeda-beda," ujar Pramono.

Menurut Pramono, keberagaman yang ditampilkan dalam FLONA juga menggambarkan karakter Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Ia menilai ruang publik di Jakarta dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan berbagai identitas budaya sekaligus memperkuat interaksi masyarakat.

"Ini mencerminkan bahwa Jakarta dalam hal yang menyangkut keberagaman, perbedaan, menerima keterbukaan bagi masyarakat Jakarta, bagi siapa pun yang datang ke Jakarta dengan etnik budaya masing-masing, tentunya kami sangat terbuka," katanya.

Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan flora, fauna, dan budaya, FLONA 2026 juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pengalaman edukatif dan rekreatif. Pameran tahunan berskala nasional tersebut sekaligus menjadi wadah promosi berbagai produk serta aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dari sejumlah sektor.

FLONA 2026 melibatkan pelaku UMKM, komunitas, asosiasi, pelaku ekonomi kreatif, serta industri kreatif. Kehadiran berbagai kelompok tersebut membuat pameran tidak hanya berfokus pada aspek pertamanan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan aktivitas usahanya.

Secara keseluruhan, terdapat 284 stan yang hadir dalam FLONA 2026, dengan rincian sebagai berikut:

  • 11 stan exhibition

  • 147 stan flora

  • 8 stan fauna

  • 112 stan UMKM

  • 6 stan sponsor

Selain stan tersebut, FLONA 2026 juga menghadirkan stan kolaborasi serta stan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengangkat konsep Ekoregion Nusantara. Konsep tersebut memperkuat pesan pameran mengenai kekayaan alam Indonesia yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang publik.

Tingginya jumlah stan UMKM menunjukkan bahwa FLONA juga memiliki fungsi ekonomi bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap meningkatnya kunjungan masyarakat dapat berbanding lurus dengan peningkatan transaksi bagi para pelaku usaha selama pameran berlangsung.

Pramono mengatakan laporan mengenai jumlah pengunjung menunjukkan adanya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan FLONA 2026. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para tenant, terutama pelaku UMKM yang memanfaatkan pameran sebagai ruang untuk menawarkan produknya.

"Tadi saya mendapatkan laporan dan juga dari semua tenant yang ada, pengunjungnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini menunjukkan ada peningkatan yang luar biasa dan mudah-mudahan transaksinya bagi para pelaku UMKM yang hari ini ikut pameran di tempat ini juga mengalami kenaikan," urainya.

Dari sisi ekonomi, FLONA 2026 ditargetkan mampu mencatat nilai transaksi sekitar Rp40 miliar selama penyelenggaraan. Target tersebut menunjukkan bahwa pameran pertamanan di Jakarta juga dapat menjadi bagian dari kegiatan yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan jumlah pengunjung FLONA 2026 ditargetkan dapat menembus lebih dari 17.000 orang per hari. Pada hari biasa, rata-rata jumlah pengunjung berada di kisaran 12.000 orang per hari, sedangkan pada Sabtu dan Minggu angkanya dapat mencapai sekitar 17.000 orang.

Besarnya potensi kunjungan tersebut membuat FLONA memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar pameran flora dan fauna. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar juga dapat mendukung aktivitas pelaku UMKM, komunitas, serta sektor ekonomi kreatif yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

FLONA 2026 sendiri berlangsung di Taman Lapangan Banteng dengan waktu kunjungan mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 28 September 2026, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai sajian flora, fauna, budaya, dan produk ekonomi kreatif yang tersedia.

Melalui penyelenggaraan FLONA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau dapat memiliki berbagai fungsi sekaligus. Ruang hijau tidak hanya dapat menjadi tempat untuk menikmati lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, rekreasi, interaksi sosial, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Jakarta terhadap ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat. Dengan menghadirkan unsur lingkungan, budaya, dan ekonomi secara bersamaan, FLONA menjadi salah satu contoh pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan fungsi yang lebih beragam.

Keberadaan FLONA 2026 pada akhirnya memperlihatkan bagaimana kekayaan alam dan budaya Indonesia dapat diperkenalkan melalui ruang publik di tengah kota. Jakarta tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai identitas daerah yang ditampilkan melalui tanaman, fauna, produk kreatif, serta unsur budaya Nusantara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.