S.O.S.! Kebakaran Gunung Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

Sabtu, 05 Sep 2026, 13:36 WIB

BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, masih menyisakan puluhan titik api. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengusulkan penggunaan helikopter water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani setelah meninjau langsung kondisi kebakaran hingga Pos 4 jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Jumat (4/9).

Ket. Foto: Kebakaran di kawasan Ijen sebelumnya terdeteksi sejak awal September. Api kemudian merambat menuju kawasan TWA Kawah Ijen. Material vegetasi yang mengering, seperti alang-alang, semak dan kayu kering, serta kondisi angin di kawasan pegunungan turut memengaruhi penyebaran api. — Sumber: Istimewa

Menurut Ipuk, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan hulu dengan tingkat kebakaran dari skala sedang hingga tinggi. Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama karena lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan dengan kontur curam dan vegetasi yang cukup rapat.

“Kami sudah cek langsung bersama tim. Terpantau masih ada puluhan titik api dari medium hingga high. Karena itu semua sepakat mengusulkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi telah mengajukan dukungan tersebut kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya. Penggunaan helikopter dinilai diperlukan untuk menjangkau titik-titik yang sulit dicapai petugas melalui jalur darat.

Sementara pemadaman udara masih dalam tahap pengusulan, tim gabungan tetap melakukan penanganan di lapangan. Petugas bekerja selama 24 jam dengan membawa air dari lokasi yang lebih rendah menuju titik kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan akses menuju sejumlah titik api juga terbatas. BPBD menempatkan dua unit mobil tangki di lokasi terdekat yang masih dapat dijangkau kendaraan untuk memasok air ke empat kendaraan double cabin.

“Namun kami upayakan dua unit mobil tangki mengambil posisi terdekat yang bisa kami jangkau untuk menyuplai empat unit mobil double cabin ke atas,” ujar Partana.

Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemkab Banyuwangi juga meminta dukungan Medco Geothermal Energi. Perusahaan tersebut menyatakan kesediaannya memasok air dari embung miliknya untuk kebutuhan pemadaman.

Di sisi lain, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup sementara jalur pendakian Kawah Ijen. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran yang telah merambat hingga Pos 4 dan mempertimbangkan keselamatan pengunjung.

Kebakaran di kawasan Ijen sebelumnya terdeteksi sejak awal September. Api kemudian merambat menuju kawasan TWA Kawah Ijen. Material vegetasi yang mengering, seperti alang-alang, semak dan kayu kering, serta kondisi angin di kawasan pegunungan turut memengaruhi penyebaran api.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.