Pulau Bintan Kembali Diselimuti Kabut Asap dari Kalimantan

Sabtu, 26 Sep 2026, 16:25 WIB

TANJUNGPINANG -- Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menyebut wilayah Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali diselimuti kabut asap tebal yang berasal dari wilayah Kalimantan.

"Berdasarkan citra sebaran asap tanggal 26 September, pukul 13.00 WIB, wilayah Kepri pada umumnya kembali terdeteksi asap yang berasal dari Kalimantan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu.

Ket. Foto: Kabut asap tebal menyelimuti wilayah pesisir di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (26/9). — Sumber: ANTARA/Ogen

Menurut Rizqi, kabut asap kiriman tersebut dipicu angin bertiup dari arah Timur-Tenggara ke arah Barat Laut-Utara, sehingga membawa asap masuk ke Kepri. Khusus di Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kecepatan angin mencapai sekitar 05-20 kilometer per jam.

Selain asap, kata dia, pertumbuhan awan hujan juga terpantau di sebagian wilayah Pulau Bintan di bagian Utara.

BMKG turut mengimbau masyarakat mewaspadai potensi asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan yang dapat mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.

"Perhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan," ujar Rizqi.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Menurutnya, indeks kualitas udara saat ini relatif tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujar Teguh.

Kabut asap di Tanjungpinang juga mulai terasa mengganggu aktivitas warga setempat. Seorang warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu.

Ia harus menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor, karena kualitas udara dampak kabut asap berisiko mengganggu pernapasan.

"Kami berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker gratis," ucap Agung.

Hingga Sabtu sore, kabut asap masih menyelimuti Pulau Bintan, bahkan beberapa pulau kecil dari kejauhan tidak terlihat akibat tertutup kabut asap tebal berwarna abu-abu.

  • Kabut Asap

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.