9 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla Kalbar, Satu Ekor Tak Berhasil Bertahan

Sabtu, 05 Sep 2026, 13:40 WIB

Jakarta - Seekor induk orangutan bersama anaknya yang terancam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merambah habitat mereka di Indonesia berhasil diselamatkan pada awal pekan ini, kata pihak berwenang dalam pernyataan pada Sabtu (5/9).

Kepulauan Asia Tenggara tersebut selama beberapa pekan terakhir dilanda kebakaran hutan yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera dengan kabut asap. Asap kebakaran juga turut memperburuk polusi udara di Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Ket. Foto: Foto selebaran dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan Kementerian Kehutanan Indonesia memperlihatkan seekor induk orangutan bersama anaknya saat dievakuasi. — Sumber: AFP

Induk orangutan dan anaknya itu telah dipantau sejak Juli setelah ditemukan di kawasan perkebunan dekat hutan di Kalimantan Barat, menurut lembaga konservasi sumber daya alam setempat.

Namun, pihak berwenang memutuskan mengevakuasi keduanya ke pusat penyelamatan yang dikelola Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada Kamis setelah kebakaran mulai merambat mendekati habitat mereka.

Kondisi kesehatan kedua orangutan tersebut kini dipantau secara ketat oleh dokter hewan. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar pada keduanya.

“Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi sistem pernapasan orangutan, terutama ketika konsentrasi asap di habitat sangat tinggi,” kata dokter hewan YIARI, Komara, dalam pernyataannya.

“Keduanya akan terus dipantau selama berada di pusat penyelamatan dan rehabilitasi,” ujarnya.

Dengan penyelamatan terbaru tersebut, sebanyak sembilan orangutan telah dievakuasi akibat ancaman kebakaran hutan dalam waktu kurang dari sebulan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Direktur Operasional YIARI Argitoe Ranting mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga membuat satwa kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.

“Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga membuat hewan kehilangan tempat berlindung dan makanan,” kata Argitoe.

Menurut dia, sebagian besar satwa “tidak memiliki banyak pilihan” untuk berpindah ketika habitat mereka terbakar.

Sebelumnya, seekor orangutan mati setelah diselamatkan pada pekan lalu. Hasil pemeriksaan necropsy yang dilakukan menunjukkan bahwa paparan asap diduga menjadi penyebab kematiannya, menurut lembaga konservasi sumber daya alam Kalimantan Barat.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.