Gempa Susulan Masih Terjadi, Legislator Minta Pemerintah Gerak Cepat Bangun Huntara

Jumat, 21 Agu 2026, 13:43 WIB

JAKARTA - Gempa susulan masih terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa dahsyat berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah tersebut. DPR mendesak pemerintah untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi meminta pembangunan hunian sementara (huntara), pemulihan akses jalan, serta penyediaan air bersih dan makanan segera dilakukan tanpa terhambat proses administratif.

Ket. Foto: Sejumlah pengungsi duduk di lokasi pengungsian korban gempa bumi, di Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (16/8/2026). — Sumber: Antara

"Yang penting dikerjakan dulu hal-hal yang utama yang memang dibutuhkan masyarakat seperti huntara, perbaikan jalan-jalan yang terputus, air bersih untuk kebutuhan masyarakat di sana, makanan," kata Abdul Hadi di Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).

Menurutnya, kondisi pascabencana di NTT membutuhkan respons yang tidak berlarut-larut. Terlebih, gempa susulan masih terjadi dan telah mencapai sekitar 3.000 kali, sehingga sebagian masyarakat masih menghadapi persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar.

Abdul Hadi mengatakan pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai mitra Komisi V, perlu segera mengambil tindakan di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.

"Enggak mesti harus menunggu persetujuan, tetapi tadi kami sepakati yang penting dikerjakan dulu hal-hal yang utama yang memang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan, percepatan tersebut tetap harus dilakukan melalui koordinasi dengan bendahara umum negara. Setelah langkah penanganan darurat dilakukan, pemerintah dapat menyampaikan laporan kepada DPR mengenai penggunaan anggaran dan tindakan yang telah dijalankan.

"Kami berharap ketika mereka sudah kerjakan nanti tinggal dilaporkan dan kami juga tidak akan menjadikan sesuatu itu menjadi masalah, tetapi sudah diketahui oleh Komisi V bahwa itu adalah kebutuhan yang segera dan penting untuk diselesaikan oleh pemerintah," katanya.

Legislator Dapil NTB II itu menilai fleksibilitas dalam penanganan bencana penting agar persoalan administratif tidak menghambat pemenuhan kebutuhan masyarakat. Namun, prinsip akuntabilitas dan koordinasi tetap harus dijaga agar setiap langkah pemerintah dapat dipertanggungjawabkan.

Komisi V, lanjutnya, juga membuka kemungkinan untuk turun langsung melihat kondisi bencana di NTT. Langkah tersebut diperlukan agar DPR memperoleh gambaran faktual mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus dapat mendorong kementerian dan lembaga terkait mengambil kebijakan yang tepat dan strategis.

"Kami juga mengetahui kebutuhan-kebutuhan lapangan dan kami juga mendorong mitra untuk segera melakukan hal yang penting, strategis, yang utama," ujarnya. 

  • Rumah Korban Gempa

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Koran Jakarta

Berita Terbaru

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Tiket Mulai Rp1 Juta

Jadi Pilar Pembangunan Ekonomi Daerah, BPD Minta Posisi yang Setara Dalam Berbagai Program dan Transaksi Pemerintah

Jepang Protes Uji Coba Rudal Russia di Lepas Pantai Pulau-pulau yang Disengketakan

Kemenhut dan Pemda Perkuat Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Saham Asia Menguat, Investor Cermati Langkah AS Tekan Imbal Hasil Obligasi

BNPB Catat Sejumlah Karhutla pada 20-21 Agustus 2026, Siagakan Tim Pemadam

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Empat Meter di Perairan Sumatera Utara

Deepublish Terbitkan The Front Liner, Buku yang Mengungkap Peran Strategis Garda Depan dalam Membangun Reputasi Perusahaan

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat dalam Catatan BPBD pada Januari–Agustus Mencapai 38.310 Hektare

Daftar 5 Skuad Termahal Liga Inggris 2026/2027, Arsenal Ungguli Chelsea dan Man City

Jadwal Pertandingan Persija di Putaran Pertama Super League 2026-2027

Investor Eropa Minati Penanaman Modal untuk Energi Baru Terbarukan

Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit Terlantar di Eropa, Promotor Lepas Tangan di Irlandia

Pesawat Charter Jatuh di Lokasi Militer AS di Alaska, 8 Orang Tewas 

Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan

PLTU Suralaya jadi Penyumbang Polusi DKI, Ini Respons Gubernur Banten

Karhutla Berimbas Peningkatan Kasus ISPA 2026, Kemenkes: Tembus 400 Ribu per Minggu

Pemprov DKI Usul Ranperda Rumah Susun Terintegrasi Sekolah, Pasar, dan Transportasi

Asset Recovery Dinilai Perlu Diarahkan untuk Memperkuat Pembangunan Nasiona

Danantara Housing Expo Siap Digelar, Ada Juga Hunian untuk MBR!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.