- Home
-
- Luar Negeri
-
- Meta Luncurkan Muse Code, ...
Meta Luncurkan Muse Code, AI Coding Baru Penantang OpenAI dan Anthropic
Kamis, 06 Agu 2026, 13:02 WIBJakarta â Meta resmi masuk dalam persaingan pasar alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan aplikasi baru bagi pengembang produk AI. Langkah ini dilakukan untuk bersaing dengan OpenAI, Anthropic, dan perusahaan AI besar lainnya dalam memperebutkan pelanggan sekaligus sumber pendapatan baru.
Dalam pengumuman pada Rabu (5/8), Meta memperkenalkan Muse Code, sebuah alat pemrograman berbasis AI (agentic coding tool) yang dirancang untuk menangani berbagai tugas rekayasa perangkat lunak yang kompleks secara otomatis. Kemampuan tersebut mencakup perencanaan, penulisan, hingga validasi kode dalam skala besar.
Alat berbasis agen (agentic tools) merupakan perangkat lunak yang dapat menjalankan berbagai tugas tanpa memerlukan pengawasan manusia secara langsung, meski keputusan akhir atau proses pemantauan umumnya tetap dilakukan oleh manusia.
Muse Code saat ini diluncurkan dalam versi beta atau pratinjau.
Bersamaan dengan itu, Meta juga merilis pembaruan model AI andalannya yang bernama Spark, yang pertama kali diperkenalkan pada April lalu.
Versi terbaru tersebut, Spark 1.2, difokuskan untuk kebutuhan pemrograman dan kini tersedia melalui Muse Code maupun aplikasi pengembang lainnya, Meta Model API, menurut perusahaan.
Meta telah menggelontorkan investasi miliaran dolar AS ke divisi AI yang kini dikenal sebagai Meta Superintelligence Labs sebagai upaya mengejar ketertinggalan dari OpenAI dan Anthropic.
Persaingan di industri AI semakin ketat. Para pengembang AI terbesar tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi paling canggih, tetapi juga berupaya membuktikan bahwa investasi besar mereka dapat menghasilkan keuntungan.
Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta diperkirakan menginvestasikan sekitar 700 miliar dolar AS sepanjang tahun ini untuk pembangunan pusat data AI, pengadaan chip, dan infrastruktur komputasi.
Sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022, chatbot AI memang memicu lonjakan minat masyarakat. Namun, hanya sebagian kecil pengguna yang bersedia membayar layanan tersebut. Sebaliknya, para insinyur perangkat lunak dan perusahaan kini semakin bersedia mengeluarkan biaya untuk menggunakan alat pemrograman otomatis berbasis AI.
Pada Februari lalu, OpenAI mengungkapkan bahwa ChatGPT telah memiliki 900 juta pengguna aktif mingguan, termasuk sekitar 9 juta pelanggan bisnis dan 50 juta pelanggan individu berbayar.
Anthropic belum mengungkapkan jumlah total penggunanya, tetapi perusahaan tersebut mengatakan kepada TechCrunch pada Maret bahwa jumlah pelanggan berbayarnya telah meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.
Sementara itu, SpaceXAI, divisi AI milik perusahaan antariksa SpaceX yang dipimpin Elon Musk, mengembangkan chatbot Grok. Perusahaan itu juga mengumumkan rencana mengakuisisi startup pemrograman Cursor senilai 60 miliar dolar AS.
Microsoft, yang telah menginvestasikan dana besar ke OpenAI dan Anthropic, juga menawarkan layanan pemrograman AI melalui Copilot dan platform pengembang GitHub.
Di sisi lain, perkembangan AI juga memunculkan kekhawatiran. Sejumlah serangan siber yang dilakukan secara otonom oleh model AI canggih selama pengujian rutin, termasuk yang dikembangkan OpenAI dan Anthropic, memicu perhatian terhadap potensi risikonya.
Laporan The Information pada Rabu menyebut model Spark 1.1 milik Meta juga sempat terlibat dalam insiden serupa.
Juru bicara Meta menjelaskan insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan konfigurasi (misconfiguration) pada mitra pengujian pihak ketiga.
"Kami saat ini sedang melakukan investigasi dan akan menyampaikan laporan lengkap setelah seluruh fakta berhasil dikumpulkan," kata juru bicara Meta.
- Meta AI
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris, Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
-
Tim Jibom Gegana Temukan Granat Nanas Aktif di Lokasi Ledakan Bom Perang Dunia II Biak
-
Barcelona Pertimbangkan Rekrut Nathan Ake dari Manchester City
-
Menteri Kebudayaan Bertekad Percepat Repatriasi Keris Indonesia dari Belanda
-
Gempa Bumi Venezuela: Korban Tewas Capai Lebih dari 1.400 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.