PMI Bangun Instalasi Olah Air Jadi Siap Minum dengan Bahan Baku Air Danau

Jumat, 04 Sep 2026, 21:48 WIB

KABUPATEN BEKASI -- Organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun instalasi pengolahan air menjadi bersih hingga siap minum dengan mengubah sumber air danau buatan melalui teknologi 'water sanitation hygiene promotion'.

"Air danau buatan kita olah menjadi air bersih maupun air siap minum untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan," kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Cikarang, Jumat.

Ket. Foto: Instalasi pengolahan air 'Water Sanitation Hygiene Promotion' di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dia mengatakan, instalasi WASH melalui sistem penyulingan ini memanfaatkan sumber air melimpah di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Infrastruktur tersebut segera beroperasi dan diproyeksikan melayani kebutuhan air masyarakat selama satu bulan ke depan.

Sumber air di kawasan bekas galian pasir tersebut dipilih karena debitnya masih cukup besar meski kemarau. Pengolahan air danau ini dengan mekanisme serupa pernah dilakukan saat musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Bekasi tahun 2023 silam.

Dirinya memastikan air dari sumber tersebut telah menjalani pengujian laboratorium sebelum pembangunan instalasi untuk dimanfaatkan kemudian. Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli).

"Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya. Sebelum dinyatakan aman untuk diminum, kami terlebih dahulu melakukan proses pengolahan maupun sanitasi hingga memenuhi ketentuan higienis," katanya.

Instalasi pengolahan air tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 liter air per hari. Kapasitas itu masih dapat ditingkatkan hingga 150.000 liter per hari dengan pengaturan waktu produksi serta pemanfaatan kapasitas penampungan.

Hasil pengolahan air itu diperuntukkan bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi mencakup Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah dan Bojongmangu.

"Kami menyiapkan empat armada truk tangki untuk mendukung optimalisasi distribusi air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, khususnya bagian selatan sebagai wilayah terdampak terparah kekeringan tahun ini," katanya.

Masyarakat juga diperbolehkan mengambil air secara langsung di lokasi instalasi menggunakan kendaraan pribadi maupun pengangkut air. Namun air yang diambil harus digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan.

"Kita berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan," jelasnya.

Anggota Tim Instalasi PMI Kabupaten Bekasi Haris Kusdinar mengatakan pemeriksaan air pada danau buatan ini dilakukan terhadap sejumlah indikator kualitas air mulai dari tingkat kekeruhan, bau, rasa hingga kandungan bakteri.

"Kami sudah melakukan uji kelayakan sebelum diolah. Kelayakan dan kualitas air, kekeruhan, bau, rasa dan segala macam, termasuk bakteri yang ada di danau ini. Hasilnya memungkinkan untuk diolah serta diproduksi menjadi air bersih hingga siap minum," katanya.

Cara kerja instalasi ini adalah dengan memproses air yang telah melewati uji kelayakan menggunakan 'water treatment plant' (WTP) bantuan Pusat Air dan Sanitasi PMI Pusat di Jatinangor Sumedang, Jawa Barat.

Pihaknya menyiapkan tiga unit mesin filter di lokasi. Dua unit yang digunakan saat ini terdiri atas mesin Veolia dan LMS, sementara satu unit lain merupakan perangkat Veolia yang diperuntukkan bagi pengolahan air siap minum dan belum digunakan untuk produksi.

"Instalasi pengolahan air ini memiliki kapasitas debit hingga 4.000 liter per jam. Hasil pengolahan menunjukkan sejumlah parameter, yakni pH 7,6, kandungan klorin 0,3 dan tingkat kekeruhan 0,5," kata dia.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.