The Heart of LifeWear: Uniqlo Salurkan Pakaian Termal ke 28 Negara di Tahun 2025
Sabtu, 21 Mar 2026, 23:10 WIBJAKARTA â Perusahaan ritel pakaian global asal Jepang, Uniqlo, meluncurkan inisiatif âThe Heart of LifeWearâ pada musim dingin 2024. Langkah yang ditempuh adalah mendonasikan satu juta item baru pakaian termal HEATTECH kepada para pengungsi, anak-anak, korban bencana, dan masyarakat yang berada dalam situasi sulit di seluruh dunia.
Inisiatif The Heart of LifeWear merupakan bentuk dukungan agar kehidupan mereka menjadi sedikit lebih nyaman. Pada tahun 2025, Uniqlo kembali menyalurkan tambahan donasi sebanyak satu juta item pakaian.
âPada musim Fall/Winter 2025, yang merupakan tahun kedua dari program The Heart of LifeWear, kami menyumbangkan lebih dari satu juta item HEATTECH di berbagai wilayah di dunia berkat kerja sama dengan UNHCR (Badan Pengungsi PBB), LSM internasional, Toray Industries, serta para mitra bisnis, Global Brand Ambassador, karyawan, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini," kata Koji Yanai, Senior Group Executive Officer Fast Retailing Co. Ltd (perusahaan induk Uniqlo), melalui siaran pers pada hari Senin (16/3).
Ia menambahkan bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan mendesak di Suriah dan wilayah lain yang sulit dijangkau bantuan internasional. "Dengan dukungan semua pihak, kami akan terus menghadirkan lebih banyak produk Uniqlo LifeWear kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menjalankan kegiatan yang mendukung martabat manusia dan kemampuan mereka untuk menjalani kehidupan,â tuturnya.
Donasi 100.000 Pakaian untuk Panti Anak dan Korban Gempa Noto di Jepang
Pada musim Fall/Winter 2025, Uniqlo mendonasikan total 100.000 produk HEATTECH di seluruh Jepang kepada panti anak, anak-anak pengidap penyakit beserta keluarga mereka, korban bencana, serta penyandang disabilitas.
Pada 12 Oktober, program JFA Uniqlo Soccer Kids di Ishikawa (Noto) diselenggarakan di lapangan olahraga Japan Aviation High School untuk menghibur warga terdampak gempa Noto 2024. Kapten program tersebut, Atsuto Uchida, bermain sepak bola bersama anak-anak sekaligus menyerahkan donasi HEATTECH.
Selanjutnya pada 6 Desember, para oyakata dan pegulat sumo dari Prefektur Ishikawa turut menyerahkan langsung HEATTECH kepada para pengungsi di Kota Nomi. Global Brand Ambassador Uniqlo seperti Shingo Kunieda, Kei Nishikori, dan Ayumu Hirano juga berpartisipasi mengunjungi berbagai fasilitas kesejahteraan sosial untuk menghangatkan hati masyarakat melalui donasi ini.
Sinergi dengan UNHCR: 500.000 Pakaian untuk Pengungsi Suriah
Atas permintaan UNHCR, Uniqlo mendonasikan 500.000 item HEATTECH kepada para pengungsi yang kembali ke Suriah. Sejak Desember 2024, diperkirakan sekitar 1,35 juta pengungsi telah kembali ke Suriah menurut Data per 15 Januari 2026. Gambaran wilayah administratif Suriah tempat para pengungsi kembali bersumber dari UNHCR, terutama dari negara-negara tetangga. Mengingat suhu di Suriah sering mendekati titik beku, bantuan pakaian termal ini menjadi sangat krusial bagi keselamatan masyarakat di tengah cuaca dingin ekstrem.
Selain itu, Uniqlo mendistribusikan lebih dari 500.000Â item tambahan untuk berbagai proyek global guna membantu tunawisma, masyarakat kurang mampu, serta anak-anak dalam situasi sosial yang kurang beruntung.
- aksi kemanusiaan
- UNHCR
- Uniqlo Indonesia,
- The Heart of LifeWear
- HEATTECH Uniqlo
- Filantropi Uniqlo
- Pakaian Termal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kumpulkan Dana Kemanusiaaan untuk Palestina, Laznas Raih Baznas Award 2025
-
Pengendara Motor Tewas Terlindas Bus Transjakarta di Jaktim
-
Parepare Alami Kemacetan Parah, Ternyata Ada Pengaspalan di Jam Warga Pulang Kerja
-
Timnas Indonesia Dinilai Menurun, Pelatih Laos Sebut Era Shin Tae-yong Lebih Kuat
-
Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP Lewat Gerai Keliling di Daerah Tanpa Mitra
-
Dinkes Pamekasan Gerakkan Tenaga Kesehatan untuk Imunisasi Campak
-
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.