Lewis Hamilton Pamer Ferrari F40 Jelang GP Italia, Nomor Mesin 44 Bikin Merinding

Jumat, 04 Sep 2026, 08:08 WIB

MONZA, ITALIA — Lewis Hamilton membuka akhir pekan Grand Prix Italia dengan cara yang sulit dilupakan. Pembalap Ferrari itu tiba di Sirkuit Monza pada hari Kamis (3/9) dengan mengendarai Ferrari F40 miliknya sendiri, mobil impian yang ketika masih kecil tak pernah ia bayangkan bisa dikemudikannya suatu hari nanti.

Hamilton tetap tampil penuh gaya meski cuaca di Monza sedang sangat panas. Status heat hazard bahkan telah diberlakukan untuk balapan akhir pekan ini di sirkuit yang dikenal sebagai Temple of Speed tersebut.

Ket. Foto: Lewis Hamilton. — Sumber: Formula 1

Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu datang mengenakan setelan hitam rapi dan mantel panjang berwarna cokelat. Penampilannya mengingatkan pada momen ketika ia tiba di Maranello dalam kondisi hujan pada Januari tahun lalu, saat pertama kali diperkenalkan sebagai pembalap Ferrari.

Bedanya, kali ini Hamilton benar-benar membawa Ferrari F40 miliknya ke Monza.

Hamilton merupakan salah satu pembalap tersukses di Monza. Ia telah lima kali memenangkan Grand Prix Italia bersama McLaren dan Mercedes.

Kini, untuk pertama kalinya ia menghadapi balapan kandang Ferrari sebagai pembalap tim legendaris tersebut. Hamilton mengaku perasaan itu luar biasa.

"Ini adalah perasaan terbaik menjadi pembalap Ferrari di balapan kandang tim yang glamor ini," ujar Hamilton.

Ia juga ingin menghormati kesempatan tersebut sekaligus menonjolkan sejarah panjang Ferrari.

Hamilton yang kini berusia 41 tahun mengatakan dirinya sudah cukup lama mencari Ferrari F40 yang memiliki cerita menarik sekaligus jarak tempuh rendah.

Ferrari memproduksi F40 antara 1987 hingga 1993, dengan sekitar 1.300 unit terjual di seluruh dunia.

Hamilton akhirnya menemukan unit yang memiliki kisah unik. Mobil tersebut hanya pernah dikendarai dari pabrik Ferrari di Maranello menuju rumah pemiliknya yang berjarak sekitar 69 kilometer. Setelah itu, mobil tersebut tidak pernah dinyalakan lagi.

Bahkan, pintu penumpangnya tidak pernah dibuka dan mobil tersebut disimpan dalam kondisi tertutup kain pelindung.

Namun, kejutan terbesar justru muncul ketika mobil itu diperiksa secara menyeluruh.

"Yang juga gila adalah ketika mereka membongkar mobil untuk memeriksanya. Pertama, mobil itu benar-benar mampu bertahan dalam ujian waktu. Semuanya masih berfungsi. Hampir tidak ada yang harus diganti," kata Hamilton.

"Lalu ketika mereka mengeluarkan mesinnya, mereka menemukan nomor mesinnya adalah 44. Ada angka 44 yang tercetak pada mesin. Saya tidak percaya."

Angka 44 tentu memiliki arti khusus. Nomor tersebut merupakan nomor balap yang telah digunakan Hamilton sepanjang kariernya di Formula 1.

Jika kisah F40 tersebut terasa seperti sebuah takdir, Hamilton berharap keberuntungan serupa kembali berpihak kepadanya di Monza.

Ferrari membawa upgrade mesin untuk balapan kandang mereka. Di sisi lain, pemimpin klasemen Kimi Antonelli justru akan memulai balapan dari posisi belakang setelah Mercedes menerima penalti terkait mesin.

"Setiap hal kecil membantu; setiap hal kecil membantu," kata Hamilton.

Hamilton saat ini memiliki poin yang sama dengan rekan setim Antonelli di Mercedes, George Russell, yang berada di posisi kedua. Ia tertinggal 59 poin dari Antonelli di puncak klasemen.

Situasi tersebut membuat GP Italia menjadi kesempatan penting bagi Hamilton untuk memangkas jarak.

Ferrari juga sedang merayakan peringatan 30 tahun kemenangan pertama Michael Schumacher di GP Italia. Hamilton berharap momentum tersebut semakin memperkuat motivasi tim.

Menurutnya, Ferrari kini telah memiliki north star—arah dan tujuan yang jelas mengenai pengembangan mobil—sesuatu yang menurutnya belum dimiliki tim pada musim lalu.

"Melihat ada bagian-bagian baru yang datang setiap akhir pekan dan menambah kemampuan mobil, sungguh menyenangkan melihat kami terus mendorong perkembangan. Saya masih sangat percaya bahwa kami memiliki apa yang diperlukan untuk menang," tegas Hamilton.

Hamilton menyadari tekanan tampil sebagai pembalap Ferrari di Monza sangat besar.

Selain jutaan penggemar Ferrari, sejumlah besar pekerja dari pabrik tim di Italia juga diperkirakan hadir langsung di sirkuit. Ibunya pun akan berada di Monza untuk memberikan dukungan.

"Tekanannya tinggi. Anda ingin memberikan hasil untuk tim. Ada begitu banyak orang yang bekerja di pabrik dan banyak dari mereka akan datang ke balapan ini," ujar Hamilton.

Menurut Hamilton, atmosfer Monza memiliki sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain.

"Para tifosi datang dalam jumlah yang sangat besar. Semangat mereka tidak tertandingi, dan Anda juga ingin memberikan hasil terbaik untuk mereka."

Kini Hamilton memiliki kesempatan untuk menjawab dukungan tersebut di lintasan. Dengan upgrade mesin Ferrari, penalti yang harus diterima Antonelli, serta atmosfer luar biasa Monza, pembalap bernomor 44 itu berharap akhir pekan ini menjadi salah satu momen penting dalam perburuan gelar juara dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.