Qatar Tetap Bersiap Gelar MotoGP dan Formula 1 di Tengah Ketidakpastian Konflik

Kamis, 03 Sep 2026, 00:15 WIB

DOHA — Qatar masih berencana menggelar balapan MotoGP dan Formula 1 (F1) pada November mendatang meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih dibayangi ketidakpastian. Presiden Qatar Motor and Motorcycle Federation (QMMF), Abdul Rahman bin Abdullatif Al Mannai, menegaskan persiapan tetap berjalan sesuai rencana.

Al Mannai menyampaikan hal tersebut dalam sesi tanya jawab yang dirilis QMMF, Selasa. Ia mengatakan Qatar saat ini berada dalam kondisi aman dan aktivitas di negara tersebut telah kembali berjalan normal.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan MotoGP Qatar. — Sumber: MotoGP

“Qatar sudah aman selama berbulan-bulan. Bandara kami beroperasi 100 persen, termasuk penerbangan transit antara Asia dan Eropa. Jika Anda datang ke Qatar, Anda akan melihat bahwa kehidupan sudah kembali normal,” kata Al Mannai. “Kami benar-benar menantikan kembali menjadi tuan rumah balapan dalam waktu dekat.”

MotoGP dijadwalkan berlangsung di Lusail International Circuit pada 8 November 2026, setelah sebelumnya mengalami penjadwalan ulang dari April. QMMF dan Lusail International Circuit telah mengonfirmasi tanggal 6-8 November sebagai jadwal baru MotoGP Qatar.

Sementara itu, Formula 1 dijadwalkan menyambangi Lusail pada akhir November. Namun, keputusan final mengenai penyelenggaraan balapan tersebut baru akan ditentukan pada pertengahan September. Jika Qatar dan Abu Dhabi tidak dapat menggelar balapan, musim F1 berpotensi diakhiri di Eropa.

Al Mannai menegaskan QMMF tidak akan menghentikan persiapan hanya karena kondisi regional masih sulit diprediksi.

“Kami terus berjalan dan mempersiapkan MotoGP. Hal yang sama juga berlaku dalam pembicaraan kami dengan Formula 1. Tentu saja, ada hal-hal yang tidak bisa kami prediksi. Situasinya sulit dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi di kawasan masih dapat berubah dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, Qatar memilih memantau perkembangan secara bertahap sembari memastikan seluruh persiapan tetap dilakukan.

“Bagi kami, kami tidak bisa menghentikan rencana. Kami harus siap. Kami menjalankannya tahap demi tahap untuk melihat situasi dan melakukan penilaian. Namun sejauh ini semuanya baik-baik saja. Semuanya tetap berjalan,” kata Al Mannai.

Lusail International Circuit sendiri merupakan salah satu venue penting dalam kalender olahraga otomotif dunia. Sirkuit sepanjang sekitar 5,4 kilometer itu dibangun untuk MotoGP dan menjadi tuan rumah balapan malam pertama dalam sejarah MotoGP pada 2008. Qatar kemudian menggelar Grand Prix Formula 1 untuk pertama kalinya pada 2021.

Di tengah ketidakpastian tersebut, World Endurance Championship (WEC) telah mengambil langkah berbeda dengan membatalkan putaran Qatar yang semula dijadwalkan pada 24 Oktober.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah meningkatkan ketegangan di kawasan serta berdampak terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan oleh penyelenggara berbagai ajang olahraga internasional.

Meski demikian, Al Mannai menyatakan Qatar tetap optimistis dapat menggelar MotoGP dan F1 sesuai jadwal selama kondisi keamanan memungkinkan.

Balapan di Timur Tengah memiliki arti penting bagi Formula 1. Qatar dan Abu Dhabi merupakan bagian penting dari kalender F1 sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan kejuaraan melalui biaya penyelenggaraan yang mencapai puluhan juta dolar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.