Kuba Mati Listrik, Jumlah Turis Asing yang Datang Langsung Anjlok Bebas

Kamis, 03 Sep 2026, 20:58 WIB

HAVANA - Kuba menerima 794.492 pelancong dalam tujuh bulan pertama 2026, turun 49,8 persen secara tahunan, di tengah sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS) yang semakin intensif, ungkap Kantor Statistik dan Informasi Nasional Kuba pada Rabu (2/9).

Angka itu, yang mencakup warga Kuba yang menetap di luar negeri, turun 787.773 pelancong dibandingkan dengan periode Januari-Juli tahun lalu, ujar kantor tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/YAMIL LAGE

Dari total itu, sebanyak 419.863 di antaranya merupakan wisatawan internasional, setara dengan 37,2 persen dari angka yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Pariwisata sebelumnya merupakan penyumbang devisa terbesar kedua bagi Kuba setelah ekspor layanan medis, dengan rekor lebih dari 4,6 juta pelancong mengunjungi negara tersebut pada 2024.

Krisis pada sektor tersebut mencakup penutupan hotel, pembatalan penerbangan, kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik massal, serta sanksi AS yang berdampak pada wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut.

Kuba juga menghadapi penurunan pariwisata kapal pesiar dan kendala pasokan bahan bakar, yang berdampak pada kelancaran jadwal penerbangan internasional.

Situasi itu kian diperparah oleh beberapa langkah sepihak dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS, termasuk pencantuman Kuba ke dalam daftar negara terduga sponsor terorisme versi Washington dan perluasan sanksi yang terus berlanjut terhadap entitas-entitas Kuba.

Kuba telah dikenai blokade ekonomi, keuangan, dan komersial AS selama lebih dari enam dekade, yang menurut Havana diperketat pada era pemerintahan Trump dengan lebih dari 240 langkah tambahan yang memengaruhi perekonomian Kuba. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.