Verstappen Percaya Diri Menang di Azerbaijan

Jumat, 25 Sep 2026, 06:23 WIB

BAKU, AZERBAIJAN - Pembalap Belanda Max Verstappen datang ke Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini dengan modal kepercayaan diri setelah meraih kemenangan dalam ajang karting. Pembalap Red Bull Racing itu kini membidik kemenangan pertamanya di Formula 1 musim ini sekaligus mempertahankan momentum positif yang mulai terbangun dalam beberapa seri terakhir.

Verstappen baru saja mencatat kemenangan unik dalam tantangan karting Max vs 100 di Silverstone, Inggris. Hanya dalam 14 lap dan waktu 35 menit, juara dunia empat kali tersebut mampu bergerak dari posisi terakhir hingga menjadi pemenang di antara 100 peserta. Meski sekadar ajang hiburan, Verstappen berseloroh bahwa kemenangan itu merupakan yang pertama musim ini.

Ket. Foto: Pembalap asal Belanda dari tim Red Bull Racing, Max Verstappen, mengemudikan mobilnya dalam sesi latihan pertama menjelang Grand Prix Formula Satu Azerbaijan di Sirkuit Kota Baku, Baku, pada 24 September 2026. — Sumber: Andrej ISAKOVIC / AFP

Kemenangan di ajang karting tersebut menjadi penyegar setelah Verstappen menjalani musim yang belum menghasilkan kemenangan F1. Namun, performanya belakangan menunjukkan tanda kebangkitan. Verstappen sudah enam kali naik podium, termasuk empat podium dalam lima balapan terakhir. Hasil terbaiknya datang pada balapan Madrid ketika ia finis di posisi kedua.

Kini, sirkuit jalan raya Baku menjadi kesempatan berikutnya. Verstappen memiliki catatan istimewa di Azerbaijan karena sudah dua kali menang di sana. Jika kembali menjadi yang tercepat, dia akan menjadi pebalap pertama yang mengoleksi tiga kemenangan di Baku.

“Madrid merupakan hasil yang bagus bagi kami dan tim telah bekerja keras untuk membawa momentum positif itu ke Baku. Kami ingin memastikan performa mobil bisa dimaksimalkan,” ujar Verstappen. “Kami telah membuat beberapa langkah bagus dengan mobil dalam beberapa balapan terakhir dan kami juga memiliki kenangan indah di sini,” sambungnya.

Sirkuit Baku sepanjang enam kilometer dikenal sebagai salah satu lintasan paling sulit diprediksi. Karakter lintasan menggabungkan trek lurus berkecepatan tinggi dengan tikungan sempit yang menuntut presisi tinggi. Dalam sembilan balapan sebelumnya, tercatat tujuh pebalap berbeda menjadi pemenang. Verstappen dan mantan rekan setimnya, Sergio Perez, menjadi dua pebalap yang mampu menang lebih dari sekali.

Faktor safety car juga kerap menentukan jalannya balapan. Situasi tersebut bisa menjadi elemen penting bagi Verstappen dalam menghadapi dominasi Mercedes. Kimi Antonelli datang ke Baku sebagai pemimpin klasemen yang tengah memburu kemenangan ketiga secara beruntun sekaligus kemenangan kesembilan musim ini.

Pembalap Italia berusia 20 tahun itu unggul 81 poin atas rekan setimnya, George Russell, setelah 14 seri. Antonelli sebelumnya tampil sensasional dengan memenangi GP Italia dari posisi belakang sebelum melanjutkannya dengan kemenangan di Madrid. Russell dan Lewis Hamilton dari Ferrari sudah mengakui peluang mereka dalam persaingan gelar semakin terbatas.

Kemenangan di Baku akan semakin memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen dan membuat peluangnya menjadi pebalap Italia pertama yang merebut gelar juara dunia sejak Alberto Ascari pada tahun 1953 semakin terbuka.

Sementara itu, Lando Norris datang dengan motivasi besar setelah kehilangan peluang menang di Madrid. Pebalap McLaren tersebut memimpin nyaman dari pole position dan berada di jalur kemenangan ketiganya dalam empat balapan sebelum virtual safety car justru mengubah situasi. Norris akhirnya harus puas finis ketiga.

Di sisi lain, Isack Hadjar kembali berlomba setelah pulih dari cedera pergelangan tangan yang membuatnya absen dalam tiga seri terakhir. Yuki Tsunoda akan kembali menjalankan peran sebagai pebalap cadangan. ben/G-1

  • Max Verstappen

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.