Waspada Serangan Balik Singapura

Jumat, 25 Sep 2026, 07:08 WIB

JAKARTA - Tim nasional Indonesia menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9) malam. Skuad Garuda membutuhkan kemenangan untuk membuka jalan menuju fase berikutnya FIFA Asean Cup 2026. Di sisi lain The Lions datang dengan pendekatan yang lebih pragmatis untuk menguji kematangan permainan tuan rumah. Pertarungan perebutan tiga poin itu sekaligus menjadi duel antara ambisi mengendalikan pertandingan dan kecermatan memanfaatkan celah.

Indonesia dan Singapura akan bertemu pada laga pertama Grup A Divisi 1 pukul 20.00 WIB. Selain kedua tim, grup tersebut dihuni Malaysia dan Bangladesh. Karena itu, pertandingan pembuka memiliki arti strategis. Kemenangan akan menjadi modal penting sebelum Indonesia memasuki persaingan yang lebih berat. Sedangkan Singapura berpeluang mencuri poin dari lawan yang secara atmosfer berada di bawah tekanan lebih besar.

Ket. Foto: Pesepak bola Timnas Indonesia menjalani latihan resmi menjelang pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (24/9). Latihan tersebut sebagai ajang persiapan melawan Timnas Singapura pada Jumat (25/9). — Sumber: ANTARA/Rivan Awal Lingga

John Herdman kemungkinan besar akan mendorong Indonesia mengambil inisiatif sejak awal. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung, Skuad Garuda memiliki alasan untuk menguasai bola dan menekan pertahanan Singapura. Namun, dominasi penguasaan bola harus disertai sirkulasi yang cepat agar tidak berubah menjadi serangan monoton.

Masalahnya, semakin banyak pemain Indonesia bergerak ke wilayah pertahanan lawan, semakin besar pula ruang yang tersedia bagi Singapura untuk melakukan transisi. Karena itu, keseimbangan antara agresivitas menyerang dan perlindungan terhadap lini belakang akan menjadi salah satu kunci pertandingan.

Herdman sendiri menempatkan pengembalian identitas permainan sebagai pekerjaan pertama setelah para pemain berkumpul. Sebanyak 21 dari 24 pemain yang dipanggil telah mengikuti pemusatan latihan di Jakarta. Pelatih asal Kanada tersebut ingin menghidupkan kembali pola permainan yang sebelumnya berkembang dalam pertandingan kandang pada jendela internasional Maret dan Juni.

“Langkah pertama adalah menyatukan kembali kelompok ini ke dalam identitas permainan,” ujar Herdman. Setelah itu, sasaran berikutnya sederhana tetapi menentukan: kemenangan. “Lalu hal kedua adalah menemukan cara untuk menang. Ini adalah turnamen sepak bola. Jadi, pertama yang harus dilakukan adalah meraih tiga poin,” ujarnya.

Indonesia memiliki modal dari kedalaman skuad. Kehadiran pemain yang berkarier di Eropa seperti Kevin Diks, Emil Audero, dan Calvin Verdonk memberikan Herdman sejumlah alternatif dalam menyusun komposisi. Kualitas individu tersebut dapat menjadi pembeda apabila Indonesia mampu mengubah penguasaan bola menjadi peluang bersih.

Kevin Diks menilai Indonesia tidak perlu memikirkan terlalu jauh perjalanan turnamen. Semua perhatian diarahkan kepada Singapura. “Semua adalah tim bagus. Jadi, kita akan menghadapi pertandingan-pertandingan yang kompetitif dan harus fokus,” ujar Diks.

“Kami menjalaninya satu per satu dan kini fokus pada pertandingan pertama,” tambahnya. Namun, Indonesia tetap memiliki persoalan di lini belakang. Kapten utama Jay Idzes dipastikan absen karena cedera. Kehilangan sosok yang menjadi salah satu pusat koordinasi pertahanan itu membuat organisasi lini belakang harus mendapat perhatian ekstra. Kevin Diks atau Rizky Ridho berpeluang mengambil tanggung jawab lebih besar dalam mengatur pertahanan.

Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu area yang coba dimanfaatkan Singapura. The Lions memiliki pengalaman menghadapi Indonesia. Mereka mampu bertahan dalam tekanan sekaligus menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.

Pertemuan kedua tim pada Asean Championship 2026 menjadi bukti. Singapura mampu menahan Indonesia 1-1 di Stadion Jalan Besar. Hasil tersebut ikut mengakhiri perjalanan Garuda di fase grup. Memori itu memberikan gambaran bahwa Singapura tidak membutuhkan dominasi permainan untuk menyulitkan Indonesia.

Di bawah Gavin Lee, Singapura juga sedang membangun karakter permainan baru. Pendekatan yang dikenal sebagai “Gavin Ball” menekankan penguasaan bola yang lebih sabar, hubungan antarlini yang rapat, dan kemampuan bergerak secara kolektif ketika mendapatkan ruang.

Variasi Serangan

Sementara itu, Indonesia membutuhkan variasi serangan. Ketergantungan pada umpan silang atau serangan dari satu sisi dapat membuat Singapura lebih mudah membentuk blok pertahanan. Pergerakan pemain tanpa bola, pertukaran posisi di lini tengah, serta penetrasi dari sisi sayap menjadi opsi untuk memecah pertahanan yang rapat.

Indonesia juga harus berhati-hati dalam mengantisipasi bola kedua setelah kehilangan penguasaan. Di sinilah transisi menjadi faktor penting. Ketika kehilangan bola di area tengah, pemain terdekat harus segera melakukan tekanan agar Singapura tidak memiliki waktu mengirim umpan vertikal ke lini depan. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Indonesia 3-4-2-1

Emil Audero

Elkan Baggott, Justin Hubner, Rizky Ridho

Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, Kevin Diks, Thom Haye

Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny

Luke Vickery

Singapura 4-3-3

Izwan Mahbud

Jacob Mahler, Nur Adam Abdullah, Lionel Tan, Hariss Harun

Shah Shahiran, Song Ui-yong, Kyoga Nakamura

Ilhan Fandi, Shawal Anuar, Faris Ramli

  • Jadwal Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.