Chelsea Sempat Coba Datangkan James Garner dengan Transfer Senilai 1,55 Triliun Rupiah

Kamis, 03 Sep 2026, 00:18 WIB

LONDON — Chelsea ternyata sempat melakukan upaya pada menit-menit terakhir untuk mendatangkan gelandang Everton, James Garner, pada hari penutupan bursa transfer musim panas. Langkah tersebut dilakukan di tengah saga transfer gelandang AS Monaco, Lamine Camara, yang berakhir tanpa kesepakatan.

Chelsea sebelumnya diketahui berusaha memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Camara. Kebutuhan tersebut muncul setelah Enzo Fernandez meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung dengan Manchester City dalam transfer senilai 125 juta pound atau sekitar 2,99 triliun rupiah.

Ket. Foto: James Garner. — Sumber: Istimewa

Kesepakatan dengan Monaco sempat menemui titik terang. Klub Ligue 1 tersebut bahkan awalnya menyetujui persyaratan transfer Camara. Namun, situasi berubah setelah muncul persoalan terkait negosiasi Everton untuk striker Folarin Balogun.

Monaco kemudian membatalkan kesepakatan setelah mengetahui Everton melakukan renegosiasi terkait transfer Balogun. Klub Prancis itu pun dibuat frustrasi ketika Balogun pada akhirnya berubah pikiran dan tidak jadi pindah ke Hill Dickinson Stadium.

Chelsea akhirnya berada dalam situasi yang sama: kehilangan pemain yang mereka incar tanpa berhasil mendapatkan pengganti baru.

Menurut akun X The Bobble, Chelsea kemudian bergerak pada jam-jam terakhir bursa transfer dengan melakukan upaya terlambat untuk merekrut Garner dari Everton.

Garner disebut memiliki nilai sekitar 65 juta pound atau sekitar 1,55 triliun rupiah. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan tawaran resmi yang diajukan Chelsea kepada Everton.

Gelandang berusia 25 tahun itu juga dikabarkan masih bahagia menjalani kehidupannya di Merseyside. Manajer Everton, David Moyes, pun diyakini tidak memiliki alasan untuk memberikan lampu hijau bagi kepergian salah satu pemain pentingnya, terlebih dalam situasi ketika klub tidak memiliki cukup waktu untuk mencari pengganti.

Garner merupakan produk akademi Manchester United dan sempat menjalani masa peminjaman di Watford serta Nottingham Forest sebelum pindah permanen ke Everton pada 2022.

Di Goodison Park, perannya berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini tengah. Kemampuan Garner bermain sebagai gelandang tengah maupun di sisi kanan membuatnya menjadi opsi menarik bagi Chelsea.

Keputusan Chelsea tidak mendatangkan pengganti langsung Fernandez memunculkan kritik dari sejumlah pihak. Terlebih, klub mendapatkan pemasukan 125 juta pound atau sekitar 2,99 triliun rupiah dari transfer sang gelandang Argentina.

Namun, dari sisi kedalaman skuad, Chelsea sebenarnya masih memiliki banyak pilihan untuk mengisi lini tengah.

Moises Caicedo, Reece James, Romeo Lavia, Jordan Henderson, Malo Gusto, dan Valentin Barco dapat dimainkan di area tersebut. Chelsea juga memiliki Josh Acheampong dan Jorrel Hato yang bisa diberi peran lebih ke dalam jika diperlukan.

Produktivitas Chelsea sejauh ini juga menunjukkan bahwa kepergian Fernandez tidak langsung menjadi masalah besar. The Blues telah mencetak sembilan gol dalam tiga pertandingan, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa kekuatan serangan mereka tetap terjaga.

Bahkan, ada argumen bahwa kebutuhan Chelsea bukan mencari pemain dengan karakteristik yang sama persis dengan Fernandez, melainkan menambah pemain yang memiliki fisik lebih kuat dan mampu memberikan keseimbangan kepada tim.

Pemain dengan karakteristik tersebut bahkan bisa saja berposisi sebagai bek tengah, bukan gelandang.

Fernandez sendiri tidak selalu mampu membangun kemitraan yang efektif dengan Caicedo ketika berada di bawah sejumlah manajer berbeda. Karena itu, Chelsea mungkin melihat kebutuhan untuk memperkuat struktur tim secara keseluruhan ketimbang sekadar mencari pengganti satu pemain.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.