Waspada Produksi Pangan Turun, Padi dan Jagung Hadapi Risiko

Rabu, 02 Sep 2026, 00:00 WIB

Jika tren penurunan produksi padi dan jagung berlanjut, pemerintah perlu memperkuat mitigasi risiko produksi agar pasokan pangan domestik tetap terjaga.

JAKARTA — Penurunan produksi padi dan jagung pada Juli lalu menjadi sinyal yang perlu diwaspadai karena kedua komoditas tersebut memiliki peran penting terhadap ketahanan pangan dan stabilitas harga. Menyusutnya luas panen menunjukkan bahwa tekanan pada produksi bukan semata persoalan produktivitas, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan lahan dan kondisi budidaya.

Ket. Foto: Produktivitas Turun - Hasil Panen Padi dan Jagung hingga Akhir Tahun Berpotensi Turun — Sumber: antara

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi luas panen padi pada Juli 2026 mencapai 0,93 juta hectare atau turun 1,05 persen dibanding Juli 2025 (yoy). Seiring penurunan luas panen tersebut, produksi padi diperkirakan turun satu persen (yoy) menjadi 4,75 juta ton GKG (gabah kering giling) pada Juli 2026.

“Penurunan juga terjadi pada produksi beras. Pada Juli 2026, produksi beras tercatat 2,74 juta ton. Jumlah itu turun 0,99 persen dibanding Juli tahun lalu,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9).

Ateng menambahkan potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan 16,18 juta ton GKG, turun 0,92 persen. Sementara produksi beras diperkirakan 9,33 juta ton atau turun 0,90 persen.

Produksi jagung pada Juli 2026 mengalami penurunan seiring menyusutnya luas panen. Realisasi luas panen jagung mencapai 0,23 juta hektare, turun 6,06 persen dibanding Juli 2025. Kondisi tersebut diikuti penurunan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) yang pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, atau turun 6,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, secara kumulatif Januari-Juli 2026 kinerja produksi masih menunjukkan pertumbuhan. Realisasi luas panen padi mencapai 7,24 juta hektare, meningkat 0,57 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Sementara itu, produksi jagung JPK KA 14 persen tercatat 10,08 juta ton, tumbuh 0,45 persen dibanding Januari-Juli 2025.

Namun, prospek produksi ke depan masih perlu diwaspadai. BPS memperkirakan potensi luas panen pada Agustus-Oktober 2026 turun 1,29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 3,07 juta hektare. Kondisi ini menunjukkan, meskipun kinerja kumulatif hingga Juli masih tumbuh, penyusutan luas panen pada bulan berjalan dan proyeksi tiga bulan berikutnya berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi pangan nasional.

Ketersediaan Air

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8), untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi di tengah musim kemarau. Dia mengecek kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa.

“Dari hasil pengecekan, sumber air di sekitar lahan masih tersedia bahkan melimpah, tetapi sebagian sawah belum terairi secara optimal,” ujarnya.

Amran menegaskan air yang tersedia harus segera dialirkan ke lahan agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam. Sidak juga dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan dan bantuan pompa tepat sasaran. Dia meminta pengecekan dilakukan langsung di lapangan, bukan hanya melalui laporan dari Jakarta.

Pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga pertanaman sepanjang tahun. Pemerintah menargetkan lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam. Program tersebut akan diperluas dengan menyisir wilayah di Jawa maupun luar Jawa yang memiliki sumber air tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Karawang dinilai memiliki potensi besar meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produksi padi. Di lokasi yang dikunjungi, areal yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.