Kualifikasi Piala Asia U-20: Garuda Muda Harus Lebih Tajam Hadapi Laos

Rabu, 02 Sep 2026, 07:30 WIB

VIENTIANE – Tim Indonesia U-20 dituntut lebih tajam saat menghadapi tuan rumah Laos dalam lanjutan Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3/9) malam. Hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia menjadi peringatan bagi Garuda Muda agar tidak kembali membuang peluang.

Indonesia gagal memetik kemenangan pada laga pembuka, Senin (31/8). Menguasai permainan dan menciptakan sejumlah kesempatan, pasukan Nova Arianto harus puas bermain 0-0 melawan Malaysia U-20.

Ket. Foto: Pemain tim Indonesia U-20 dan Malaysia berebut bola dalam laga kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos, Senin (31/8). — Sumber: Istimewa

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Indonesia. Putu Panji dan kawan-kawan menguasai 53 persen permainan serta menghasilkan 13 tembakan dan 13 sepak pojok. Namun, dari 13 tembakan tersebut, hanya empat yang mengarah ke gawang. Selebihnya gagal menemui sasaran.

Sebaliknya, Malaysia hanya melepaskan delapan tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran. Data itu menggambarkan persoalan utama Garuda Muda: dominasi permainan belum berbanding lurus dengan produktivitas gol.

Menghadapi Laos, persoalan tersebut harus segera dibenahi. Apalagi, Laos akan tampil di hadapan pendukung sendiri dan dipastikan memiliki motivasi tinggi untuk meraih hasil positif. Peta kekuatan tuan rumah juga belum sepenuhnya terbaca karena mereka absen pada Piala AFF U-20 2026, Juni lalu.

Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai hasil 0-0 melawan Malaysia belum bisa dijadikan ukuran bahwa Indonesia gagal. Menurut dia, masih terdapat sejumlah sisi positif dari permainan Garuda Muda, terutama dalam organisasi permainan dan pertahanan.

“Skor 0-0 ini tidak bisa langsung dianggap sebagai hasil buruk untuk. Tim Indonesia U-20. Tetapi, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Nova Arianto,” ujar Luciano.

Ia melihat struktur permainan Indonesia sudah cukup baik. Lini belakang juga mampu menjaga disiplin ketika menghadapi transisi permainan Malaysia. Namun, persoalan muncul ketika Indonesia memasuki sepertiga akhir lapangan.

“Masalah terbesar menurut saya adalah efektivitas di sepertiga akhir. Indonesia beberapa kali berhasil masuk ke area pertahanan Malaysia, tetapi kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar bersih,” jelasnya.

Menurut Luciano, penguasaan bola tidak akan berarti banyak apabila tidak mampu diubah menjadi peluang dan gol. Karena itu, Indonesia perlu bermain lebih vertikal, meningkatkan pergerakan tanpa bola, serta mempercepat pengambilan keputusan di depan kotak penalti.

Laga melawan Laos menjadi momentum penting bagi Nova untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Setiap peluang yang tercipta harus dimaksimalkan agar Indonesia tidak kembali kehilangan poin.

“Kalau Indonesia ingin lolos ke Piala Asia U-20 2027, mereka harus mulai lebih klinis di depan gawang. Harus perbaiki finishing dan lebih tenang ketika mendapatkan kesempatan,” tutur Luciano.

Kemenangan atas Laos menjadi sangat penting sebelum Indonesia menjalani laga terakhir melawan Australia. Tambahan tiga poin akan menjaga peluang Garuda Muda untuk bersaing di Grup H. Sebaliknya, jika kembali gagal menang, langkah Indonesia menuju putaran final Piala Asia U-20 2027 bakal semakin berat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.