Dukung Aktivitas Melaut Nelayan, HNSI Perjuangkan Akses BBM Subsidi Kolaborasi dengan Pemda
Senin, 10 Agu 2026, 05:41 WIBSINGKAWANG -Â Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menilai Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperjuangkan kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi nelayan, sebagai salah satu kebutuhan utama untuk mendukung aktivitas melaut.
Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin mengatakan pemerintah daerah membutuhkan peran organisasi nelayan untuk menghimpun dan menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk terkait ketersediaan BBM jenis solar subsidi.
"Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan HNSI. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, mulai dari aspek permodalan, sarana prasarana, hingga akses pasar," kata Muhammadin di Singkawang, Minggu.
Menurut dia, HNSI diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi mampu menjadi jembatan komunikasi antara nelayan dan pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
"Saya berharap HNSI tidak hanya menjadi organisasi yang hadir saat pelantikan, tetapi benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh nelayan. Menjadi tempat menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan, membangun solidaritas, serta menghadirkan inovasi agar nelayan kita semakin maju, modern dan sejahtera," ujarnya.
Muhammadin mengatakan akses terhadap sarana pendukung usaha, termasuk BBM, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah, HNSI dan pihak terkait perlu diperkuat agar kebutuhan nelayan dapat disampaikan berdasarkan data dan kondisi di lapangan.
"Pemerintah Kota Singkawang siap mendukung program-program HNSI yang berpihak kepada nelayan. Termasuk dalam penguatan kelembagaan, pelatihan, serta pendampingan agar nelayan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya.
Sementara itu, Ketua DPC HNSI Kota Singkawang masa bakti 2026-2031 Harry Sarasati Widha Sugeng mengatakan persoalan BBM jenis solar subsidi masih menjadi salah satu perhatian utama nelayan di daerah tersebut.
"Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian, di antaranya kesulitan memperoleh BBM jenis solar subsidi, pendangkalan alur Pelabuhan/PPI Kuala akibat sedimentasi, serta kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan di laut. Sejumlah persoalan ini perlu dicarikan solusi secara bersama," kata Harry.
Ia menilai persoalan BBM perlu mendapat perhatian karena ketersediaannya berkaitan langsung dengan kemampuan nelayan untuk melaut. Selain BBM, HNSI juga akan mendorong penyelesaian persoalan pendangkalan alur Pelabuhan/PPI Kuala yang dapat menghambat aktivitas kapal nelayan.
Dengan kepengurusan baru, HNSI Singkawang diharapkan mampu memperkuat pendataan dan penyampaian aspirasi nelayan sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih jelas dalam merumuskan dukungan bagi masyarakat pesisir.
Harry mengatakan HNSI berupaya menjalankan fungsi organisasi sebagai rumah bersama bagi nelayan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong terwujudnya nelayan yang lebih mandiri, berdaya dan sejahtera. Ant
- bbm nelayan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Warga Bekasi Diimbau Cetak KTP Tanpa Perantara demi Hindari Penyalahgunaan Data Pribadi
-
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah
-
Kebutuhan solar untuk kapal nelayan
-
Prancis Diuji Gelombang Panas Ekstrem dan Kebakaran Hutan Sekaligus
-
Pelatihan Mangrove di Polewali Mandar Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Pesisir.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.