Dirut Bulog Jamin Distribusi Beras di Kalimantan Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap

Rabu, 02 Sep 2026, 05:28 WIB

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan distribusi beras di wilayah Kalimantan tetap berlangsung meski terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan penyesuaian situasi.

Rizal mengatakan jajarannya tetap menjalankan seluruh program pelayanan kepada masyarakat sambil menyesuaikan pelaksanaan distribusi berdasarkan perkembangan situasi kabut asap di berbagai wilayah Kalimantan.

Ket. Foto: Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani — Sumber: antara foto

"Jadi, bersamaan dengan adanya gangguan asap ya dari dampak kebakaran hutan dan lahan, Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa. Namun dengan kondisi saat ini, kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah," kata Rizal di Jakarta, Selasa (1/9) malam.

Ia menjelaskan beberapa daerah seperti Sampit sempat menghentikan pelayanan sementara karena kabut asap menyebabkan jarak pandang sangat terbatas sehingga aktivitas distribusi harus menyesuaikan demi menjaga keselamatan petugas lapangan.

Menurut Rizal kondisi tersebut bersifat sementara karena Bulog terus memantau perkembangan cuaca dan kembali menjalankan pelayanan ketika jarak pandang membaik sehingga distribusi dapat berlangsung secara aman.

Bulog juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Koordinasi tersebut dilakukan guna menghitung kebutuhan bantuan bencana sehingga penyaluran cadangan pangan pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai permintaan yang disampaikan melalui pemerintah daerah masing-masing secara bertahap.

Rizal mempersilakan pemerintah daerah mengajukan kebutuhan bantuan apabila diperlukan karena Bulog siap memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak kabut asap di Kalimantan maupun wilayah gempa seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang mana, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola secara nasional mencapai 4,9 juta ton hingga 1 September 2026.

Lebih lanjut Rizal juga mengatakan seluruh gudang Bulog di wilayah Kalimantan berada dalam kondisi aman karena lokasinya jauh dari kawasan hutan sehingga tidak terdampak kebakaran maupun ancaman api selama penanganan bencana berlangsung.

Selain menjaga keamanan gudang Bulog terus memastikan kualitas dan ketersediaan stok beras tetap terpelihara sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa gangguan berarti selama kondisi darurat akibat kabut asap berlangsung.

Meski begitu, Rizal tidak menyebutkan berapa stok beras yang ada di wilayah Kalimantan secara keseluruhan.

Namun, Bulog menegaskan distribusi beras akan terus didorong menuju titik penyaluran selama kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan sebagai bentuk komitmen menjaga ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan.

"Kami distribusi menyesuaikan dengan kondisi. Apabila cuaca juga memungkinkan dan jarak pandang memungkinkan, kami akan dorong sampai ke tempat-tempat pendistribusian," kata Rizal.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.