Bulog Bantah Beras Jadi Penyumbang Inflasi
Rabu, 02 Sep 2026, 17:58 WIBJAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan beras bukan penyumbang inflasi karena kontribusinya kecil hanya 0,02 persen. Rizal menjelaskan berdasarkan kajian internal Bulog, kenaikan harga terjadi pada beras jenis premium.
Rizal mengatakan harga beras premium diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 17.000 hingga Rp18. 000 per kilogram. Adapun harga beras medium tidak mengalami kenaikan.
"Bukan penyumbang inflasi, tingkat grafiknya itu angkanya 0,02 dan penyumbang itu kan biasanya angkanya besar, ini kan penyumbangnya hanya 0,02. Setelah kami pelajari dengan tim kami Bulog itu adalah adanya kenaikan harga beras premium yang menjadi kendala kami," kata Rizal dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (1/9).
Rizal menerangkan, selama ini Bulog menyimpan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam bentuk beras medium dengan jumlah stok hampir 5 juta ton, sementara beras premium terbatas.
Bulog akan mengintervensi agar harga beras premium stabil. Oleh sebab itu, Bulog menyiapkan 300 ribu ton beras medium yang nantinya akan dialihkan atau diolah menjadi beras premium.
"Ini kami sedang ajukan untuk tahun 2026 ini per bulan September sampai dengan Desember, estimasi yang kami ajukan adalah sekitar 300 ribu ton. Tujuannya hanya untuk sebagai penetrasi untuk menstabilkan harga beras premium karena beras premium yang sekarang harganya rata-rata sudah di atas HET semuanya," katan dia.
Rizal menginginkan harga beras di pasar tetap stabil sehingga ada keseimbangan antara petani, masyarakat selaku konsumen dan pengusaha. Jika harga tinggi maka konsumsen yang protes dan sebaliknya jika harga rendah, petani yang dirugikan.
"Kasihan masyarakat ya kalau harganya tinggi konsumen yang komplain, kalau harganya rendah pembeliannya petaninya yang komplain. Nah kemudian kalau harganya sedang-sedang saja pengusahanya yang komplain," ujar dia.
Adapun upaya untuk merealisasikan stok 300 ribu ton beras premium, Bulog akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Pangan. Bulog juga akan mengajukan izin dengan Badan Pangan Nasional untuk mengalihkan 300 ribu CBP menjadi premium.
"Beras premium kita masih terbatas, oleh karena itu kami sedang membuat usulan keKemenko Pangan dan Kepala Bapanas. Usulan agar ke depan Bulog diizinkan sesuai dengan Perbapanas untuk mengalihkan cadangan beras pemerintah menjadi beras premium," kata Rizal.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas beras menjadi salah penyumbang inflasi pada Agustus 2026. Laporan BPS, beras mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,42% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%.
"Inflasi beras juga ini dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasarnya. Terutama pada beberapa wilayah di Indonesia kan ada sentra produksinya, ada juga yang non-sentra produksinya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam keterangan pers, di kantor BPS, Jakarta, Selasa. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Bunga Pinjaman Bulog Dipangkas! Dari 8 Jadi 5 Persen, Ini Dampaknya ke Harga Beras
-
Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni
-
BULOG: Stok Beras Nasional Capai 5,25 Juta Ton Tersebar di Seluruh Gudang!
-
Semoga Tidak Mengecewakan, 47 Pemain Bela Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026
-
Bawakan 'Cahaya Hati' Pertama Kali, Raisa Bakal Kagetkan Penonton Hikayat Srikandi Nusantara!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.