Trump Ancam Kembali Serang Iran Setelah Kedua Musuh Bebuyutan itu Baku Tembak

Selasa, 01 Sep 2026, 11:27 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran "dengan keras" setelah kedua musuh itu saling serang untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu. 

Sementara itu, Menteri keuangan AS bersumpah untuk terus melancarkan kampanye tekanan yang bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Teheran.

Ket. Foto: Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet, yang tergabung dalam Skuadron Pesawat Tempur Serang (VFA) 14, melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operasi Epic Fury, 28 Februari 2026. — Sumber: CENTCOM

Setelah enam bulan perang, kedua pihak tetap berada dalam kebuntuan, Iran tetap menutup Selat Hormuz yang strategis dan AS terus melakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pada hari Minggu (30/8), Amerika Serikat melakukan serangan terhadap sebuah pulau Iran di Selat Hormuz, dan Teheran dengan cepat membalas dengan menyerang target militer AS di Timur Tengah.

Saling serang antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan kembalinya permusuhan besar-besaran, dengan pernyataan Trump yang bersumpah akan membalas.

"Kita akan menyerang mereka dengan keras," kata Trump, menurut seorang reporter Fox News yang sempat berbicara dengannya. "Akan ada balasannya."

Amerika Serikat mengatakan pihaknya menyerang peluncur roket Iran di pulau Larak untuk mencegah Teheran menanam ranjau di jalur pelayaran utama.

Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak yang ditujukan ke Yordania dan Uni Emirat Arab, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pasukan AS di sana, tetapi Presiden Masoud Pezeshkian kemudian pada hari Senin menyerukan dialog.

"Kami terus berupaya untuk mencapai jalan kesepakatan dan pemahaman, dan kami percaya bahwa melanjutkan perang bukanlah demi kepentingan kami, maupun demi kepentingan kawasan ini," katanya pada sebuah pertemuan puncak di Kyrgyzstan. Ia menambahkan, "Solusi untuk masalah yang ada adalah dialog dan kerja sama."

Rudal, Drone

Media pemerintah melaporkan tiga orang tewas dalam serangan AS pada hari Minggu di Larak, dan beberapa lainnya terluka.

Garda Revolusi Iran yang berpengaruh mengatakan serangan rudal balistik yang menargetkan dua pangkalan udara AS di Yordania menyebabkan "kerusakan berat".

Namun Trump mengatakan kepada Fox bahwa semua rudal yang ditembakkan ke pasukan AS telah ditembak jatuh, kecuali satu yang dipastikan tidak menimbulkan ancaman. Tentara Yordania mengatakan telah mencegat delapan rudal, tanpa menyebutkan asal-usulnya.

Iran juga mengatakan pihaknya menargetkan personel AS di pangkalan udara di UEA, dan menembak jatuh sebuah drone Amerika di atas Selat Hormuz.

Abu Dhabi mengatakan telah mencegat sebuah drone di atas perairan negara itu, tetapi menolak klaim bahwa Pangkalan Udara Al Minhad telah menjadi sasaran sebagai "tidak berdasar".

Pasukan Garda Revolusi melaporkan telah menembak jatuh drone AS kedua di atas Selat Hormuz pada Senin malam, dan komando pusat angkatan bersenjata Iran mengulangi peringatan kepada negara-negara tetangga di kawasan itu agar tidak membiarkan AS menggunakan wilayah mereka untuk melakukan serangan.

Sebuah kapal tanker yang meninggalkan selat tersebut melaporkan telah dihantam oleh tiga "proyektil tak dikenal" tepat di lepas pantai timur laut Oman, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris pada Senin malam. Tidak ada dampak lingkungan atau korban jiwa yang diketahui.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.