Dewan Pers: Lima Jurnalis Hilang saat Meliput Aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai Pahlawan Pers

Senin, 21 Sep 2026, 18:33 WIB

JAKARTA - Dewan Pers menyatakan lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan pahlawan pers dan peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan petugas setempat saat bekerja di daerah yang berbahaya.

Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat di Jakarta, Senin (21/9), mengatakan lima jurnalis tersebut merupakan para pahlawan di dunia pers, karena mereka berupaya menyajikan foto-foto terbaik untuk publik.

Ket. Foto: Doa bersama hari terakhir pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. — Sumber: antara foto

"Biasanya kita itu menikmati potret gambar, tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya. Nah, ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari, mendapatkan gambar terbaik," kata Komarudin usai doa bersama untuk jurnalis yang hilang.

Dia menyebutkan peristiwa ini mengingatkan bagi media yang ingin mengadakan suatu liputan di daerah-daerah berbahaya, hendaknya berkoordinasi dengan petugas setempat.

"Dan kedua, juga pihak pimpinan hendaknya melepas memperhatikan betul. Sebab kalau ada musibah seperti ini tentunya kawan-kawan perusahaan, pimpinannya, hendaknya memberikan perhatian spesial pada keluarga yang ditinggal," katanya.

Dalam kesempatan itu dia mengapresiasi seluruh pihak terkait yang terus berusaha untuk mencari kelima jurnalis itu.

"Dewan Pers memberikan perhatian, belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami mengadakan acara doa bersama, sambutan, refleksi dari kawan-kawan. Tentu doa kami semoga mereka kembali," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo mengatakan pihaknya merasakan duka yang mendalam atas hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal.

"Jadi saat ini pewarta foto Indonesia masih kuat, masih bersatu dengan masyarakat melakukan pencarian mandiri," katanya.

Dia menyebut dedikasi para pewarta yang hilang saat meliput merupakan bentuk perjuangan untuk bangsa sesuai Undang-Undang (UU). Karya-karya para pewarta tersebut menjadi ujung tombak yang mengungkap fakta dan peristiwa terkini. Dwi berharap ke depannya kejadian seperti ini tidak terjadi kembali.

"Harapannya teman-teman bisa kembali bersama keluarga dan karya-karya teman-teman bisa abadi," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.