- Home
-
- Luar Negeri
-
- NASA Akhirnya Luncurkan Te...
NASA Akhirnya Luncurkan Teleskop Luar Angkasa Roman
Senin, 31 Agu 2026, 00:03 WIBFLORIDA â Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, Minggu (30/8), setelah proyek senilai 4,3 miliar dolar AS itu sempat terancam dihentikan akibat usulan pemangkasan anggaran pemerintah Donald Trump.
Dari The Guardian, teleskop Roman memulai perjalanan menuju titik Lagrange 2, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Di lokasi tersebut, Roman akan menjalankan misi ilmiah untuk mengamati alam semesta, termasuk mencari planet di luar tata surya atau exoplanet serta meneliti proses pembentukan planet.
Roman akan melengkapi pengamatan yang selama ini dilakukan Teleskop Luar Angkasa Hubble dan James Webb. Namun, teleskop generasi baru tersebut memiliki kemampuan untuk mengamati wilayah langit yang jauh lebih luas.
NASA menyebut kamera inframerah beresolusi 300 megapiksel milik Roman mampu menghasilkan ketajaman dan resolusi yang setara dengan Hubble, tetapi dengan bidang pandang sedikitnya 100 kali lebih luas.
Setiap gambar yang dihasilkan Roman diperkirakan dapat mencakup wilayah langit sekitar 1,5 kali lebih luas daripada ukuran tampak Bulan purnama.
Roman juga dilengkapi koronograf, instrumen yang berfungsi menghalangi cahaya terang dari bintang sehingga teleskop dapat mengamati objek yang berada di sekitarnya dengan lebih jelas.
Kemampuan tersebut memungkinkan para astronom mempelajari planet-planet yang sebelumnya sulit diamati secara langsung.
NASA memperkirakan Roman dapat menemukan "dunia raksasa yang lebih tua, lebih dingin, dan berada di orbit yang lebih dekat daripada super-Jupiter muda dan panas yang sebagian besar telah diungkapkan oleh pencitraan langsung sejauh ini".
Melengkapi Hubble dan James Webb
Roman bukan pengganti Hubble maupun James Webb. Teleskop tersebut dirancang untuk bekerja secara beriringan dengan kedua teleskop itu.
NASA menjelaskan Roman dapat melakukan pemindaian wilayah langit yang luas untuk menemukan objek menarik. Hubble kemudian dapat mengamatinya menggunakan cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet, sementara James Webb dapat melakukan pengamatan lebih detail dengan cermin yang lebih besar dan kemampuan inframerahnya.
Roman juga dapat mengamati wilayah di sekitar objek yang telah diteliti Hubble atau Webb untuk memberikan konteks yang lebih luas.
Citra ilmiah pertama Roman diperkirakan tersedia pada awal 2027 setelah teleskop menjalani proses kalibrasi dan pengujian selama beberapa bulan di orbit.
NASA merancang misi awal Roman berlangsung selama lima tahun, dengan kemungkinan diperpanjang hingga 10 tahun.
"Mulai dari objek di tata surya bagian luar kita dan bintang-bintang yang meledak, hingga lubang hitam yang terus tumbuh dan miliaran galaksi, sangat sedikit yang berada di luar jangkauan Roman," kata NASA dalam penjelasan mengenai misi tersebut.
Roman juga dirancang untuk membantu para astronom mempelajari materi gelap, energi gelap, serta planet-planet di luar tata surya.
Ilmuwan proyek senior NASA untuk misi Roman, Julie McEnery, mengatakan kebutuhan terhadap misi tersebut muncul setelah para ilmuwan menemukan bahwa alam semesta tidak hanya terus mengembang, tetapi laju pengembangannya juga semakin cepat.
"Ini seperti jika Anda melempar bola ke udara, dan bukannya bola itu kembali ke bawah, bola itu malah terus melesat jauh. Ada sesuatu yang sangat mendasar yang tidak kita pahami tentang sifat alam semesta kita sendiri, dan Roman dirancang khusus untuk mengatasi dan menyediakan data yang kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini," kata McEnery.
Dengan peluncuran Roman, NASA kini memiliki instrumen baru untuk melakukan survei kosmik dalam skala besar sekaligus memperluas penelitian yang dilakukan Hubble dan James Webb.
Peluncuran itu juga menjadi penerbangan terakhir roket Falcon Heavy milik SpaceX. Perusahaan Elon Musk secara bertahap menghentikan produksi Falcon Heavy dan Falcon 9 untuk berfokus pada pengembangan Starship, roket generasi baru yang dirancang untuk berbagai misi, termasuk rencana penerbangan manusia menuju Mars.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Studi Global Temukan Inflamasi Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke
-
Pemprov DKI Dorong Sekolah Optimalisasi Lahan untuk Kegiatan Kelola Sampah
-
Panen 200-an Ton, Hasil Budidaya Udang Kebumen Tembus Pasar AS
-
Cegah DBD dengan 3M+, Gerakan Sederhana yang jadi Kunci Pencegahan
-
Australia–Fiji Menjalin Aliansi Pertahanan Baru, Upaya Mengungguli Pengaruh Tiongkok di Pasifik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.