Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlayar Melewati Selat Singapura dalam Perjalanan Pulang

Senin, 31 Agu 2026, 10:35 WIB

BATAM — Kapal induk AS USS Abraham Lincoln berlayar melewati Singapura pada Minggu (30/8) pagi dalam perjalanan pulang setelah penugasan yang melelahkan di Timur Tengah. Kapal tersebut diperkirakan akan singgah di Thailand untuk kunjungan pelabuhan.

Menurut Associated Press, para jurnalisnya di Pulau Batam, Indonesia, di seberang Selat Singapura, melihat kapal besar itu saat melintasi perairan dekat Singapura tepat setelah pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Ket. Foto: Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) berlayar melewati Singapura seperti terlihat dari Batam, Indonesia, Minggu (30/8) dini hari. — Sumber: AP

USNI News juga menyebutkan, beberapa fotografer melihat kapal induk Lincoln melintas di dekat kota pada larut malam dalam perjalanan menuju Laut Tiongkok Selatan. Kapal induk dan kapal penjelajah rudal pengawal USS Robert Smalls (CG-62) yang berbasis di Jepang terlihat melintasi Selat Malaka pada hari Jumat.

Menurut laporan media, awak kapal Lincoln, Carrier Air Wing 9 yang berada di dalamnya, dan beberapa kapal pengawal diperkirakan akan berlabuh di Thailand Timur untuk kunjungan pelabuhan. Kapal induk AS itu sebelumnya telah berlabuh di pelabuhan air dalam di Laem Chabang.

Foto-foto menunjukkan pesawat-pesawat di dek penerbangan yang tampak sebagai siluet saat kapal induk berlayar melewati Selat Singapura. Kapal Lincoln telah beroperasi di Komando Indo-Pasifik AS selama sekitar seminggu setelah hampir tujuh bulan berada di Komando Pusat AS tanpa singgah di pelabuhan yang diumumkan.

Kapal induk USS George Washington (CVN-73) yang berbasis di Jepang tiba di Komando Pusat AS awal bulan ini untuk bergabung dengan kapal USS George HW Bush (CVN-77) yang beroperasi di Laut Arab.

Perjalanan kapal Lincoln ini bertepatan dengan rencana Angkatan Laut untuk penempatan yang lebih lama guna mendukung operasi di Timur Tengah. Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, penempatan kapal induk rata-rata berlangsung selama 8,5 bulan, menurut basis data penempatan kapal induk USNI News.

Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Daryl Caudle dan Kepala Bintara Utama Angkatan Laut John Perryman mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa keluarga dan awak Gugus Tempur Kapal Induk Theodore Roosevelt siap untuk penugasan yang lebih lama.

“[Para pelaut] akan melakukan hal-hal yang sangat sulit untuk saya tanpa ragu sedikit pun karena mereka menyukai bagian itu. Tetapi kita harus mampu, jika memungkinkan, untuk tetap berpegang pada jadwal dan sangat jujur, seperti yang kita lakukan dengan kapal Roosevelt ,” kata Perryman.

“Mereka tahu mereka akan berada di sana lebih lama dari tujuh bulan. [Komandan mereka] memberi mereka waktu delapan bulan untuk merencanakan.”

Kapal Lincoln, salah satu kapal perang terbesar Angkatan Laut AS, mendukung perang AS melawan Iran. Penugasannya mencakup waktu di laut tanpa gangguan yang memecahkan rekor, yaitu lebih dari 250 hari. Kekhawatiran telah meningkat tentang penugasan Lincoln yang panjang menyusul laporan tentang memburuknya kesehatan mental di antara awak kapal dan kekurangan pasokan termasuk makanan dan produk kebersihan.

Para pejabat Thailand mengatakan kapal Lincoln akan singgah di Thailand untuk istirahat dan pemulihan sebelum kembali ke pangkalan AS-nya.

  • Kapal Induk AS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.