Kalung 673 Berlian Milik Ratu Mesir Dicuri dari Museum Wina, Pelaku Terekam Kamera

Minggu, 30 Agu 2026, 05:05 WIB

WINA - Sebuah kalung berlian bersejarah yang pernah dikenakan Ratu Nazli dari Mesir yang berkuasa pada 1919 hingga 1936 dicuri dari Museum Seni Terapan atau Museum für Angewandte Kunst (MAK) di Wina, Austria.

Dari The Guardian, kalung berbahan platinum itu dihiasi 673 berlian dengan berat total sekitar 200 karat. Perhiasan yang dibuat rumah mode perhiasan Prancis, Van Cleef & Arpels, tersebut dicuri saat museum masih dibuka untuk umum pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Ket. Foto: Perhiasan itu dibuat pada 1939 atas permintaan keluarga kerajaan Mesir dan dikenakan Ratu Nazli saat pernikahan putrinya, Putri Fawzia, dengan Putra Mahkota Iran Mohammad Reza Pahlavi. — Sumber: Istimewa

Polisi Austria mengatakan dua pria masuk ke museum sekitar pukul 14.00 waktu setempat dengan membeli tiket seperti pengunjung biasa. Keduanya kemudian mendatangi etalase tempat kalung dipamerkan dan memecahkan kaca dengan palu sebelum membawa kabur perhiasan tersebut.

Kedua pelaku tidak mengenakan masker sehingga wajah mereka terekam kamera pengawas. Polisi kemudian menyebarkan foto keduanya dan meminta masyarakat memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.

Menurut keterangan kepolisian yang dikutip media Austria, salah satu pelaku diduga membawa senjata api. Senjata tersebut tidak digunakan untuk menembak, tetapi diduga diperlihatkan untuk membuka jalan ketika mereka melarikan diri. Kedua pelaku kabur dengan berjalan kaki ke arah Stadtpark.

Polisi mengerahkan sejumlah petugas dan anjing pelacak untuk mencari mereka. Penyidikan ditangani Kantor Polisi Kriminal Negara Bagian Wina dan pencarian dilakukan secara nasional maupun internasional. Kasus tersebut diselidiki sebagai pencurian dengan kekerasan.

Pernah dipakai Ratu Nazli pada 1939

Kalung tersebut memiliki sejarah panjang dengan keluarga kerajaan Mesir. Perhiasan itu dibuat pada 1939 atas permintaan keluarga kerajaan Mesir dan dikenakan Ratu Nazli saat pernikahan putrinya, Putri Fawzia, dengan Putra Mahkota Iran Mohammad Reza Pahlavi.

Mohammad Reza Pahlavi kemudian menjadi Shah Iran.

Kalung tersebut dibuat dalam gaya Art Deco oleh Van Cleef & Arpels. Menurut dokumentasi pameran, perhiasan itu merupakan bagian dari koleksi kerajaan Mesir sebelum kemudian berpindah ke pasar lelang internasional.

Pada 2015, kalung tersebut dilelang Sotheby's di New York dan terjual seharga sekitar 4,3 juta dolar AS, atau sekitar 3,7 juta euro pada saat itu. Sejumlah laporan terbaru menyebut nilai perhiasan tersebut mencapai beberapa juta dolar, sementara estimasi nilainya saat ini dapat lebih tinggi.

Dicuri dari pameran Van Cleef & Arpels

Kalung itu tengah dipamerkan dalam pameran "Glanzstücke: Van Cleef & Arpels High Jewelry × Masterpieces from the MAK Collection" yang dibuka sejak Juni.

Pameran tersebut menampilkan sekitar 500 benda, termasuk lebih dari 300 karya Van Cleef & Arpels serta sekitar 200 benda dari koleksi MAK. Pameran semula dijadwalkan berlangsung hingga 27 September 2026.

Setelah pencurian, area pameran tempat kalung tersebut dipajang ditutup sementara. Museum mengonfirmasi pencurian dan menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena penyelidikan masih berlangsung.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, meski beberapa pengunjung berada di ruang pamer ketika etalase dihancurkan.

Bagian dari gelombang pencurian museum di Eropa

Pencurian di Wina terjadi di tengah serangkaian pencurian bernilai tinggi yang menyasar museum dan lembaga budaya di Eropa.

Pada Oktober tahun lalu, pencuri membobol Museum Louvre di Paris pada siang hari dan membawa kabur perhiasan kerajaan yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar 102 juta dolar AS. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka telah ditangkap, tetapi sebagian besar perhiasan yang dicuri belum ditemukan.

Pada 27 Agustus 2026, pencuri juga menyasar Harta Karun Villena, koleksi emas dari Zaman Perunggu di Spanyol.

Di Italia, empat karya penting pelukis Renaisans Antonello da Messina dicuri dari sebuah museum di Messina. Beberapa hari sebelumnya, polisi Italia mengumumkan telah menemukan kembali lukisan karya Paul Cézanne, Pierre-Auguste Renoir, dan Henri Matisse yang sebelumnya dicuri dari sebuah museum pribadi dekat Parma.

Laporan Europol yang dikutip sejumlah media juga menunjukkan meningkatnya penggunaan kekerasan dalam pencurian museum di Eropa, termasuk penggunaan palu, kapak, senjata api hingga bahan peledak.

Dalam kasus Wina, polisi masih memburu dua tersangka dan meminta masyarakat yang mengenali mereka atau mengetahui keberadaan kalung tersebut untuk memberikan informasi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.