GCP Siap Kawal Prabowo hingga 2029, Budi Arie Terancam Dilaporkan
Minggu, 30 Agu 2026, 16:20 WIBDepok - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) H. Kurniawan menegaskan pihaknya siap mengawal Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatannya pada 2029.
"Kami siap pasang badan agar Presiden Prabowo menjabat hingga tahun 2029," kata Kurniawan dalam acara "Evaluasi dan Konsolidasi Serangan Masif Para Pembenci Prabowo" di Sekretariat GCP Cibinong, Bogor, Minggu (30/8).
Kurniawan mengimbau seluruh jajaran GCP untuk menyatukan visi dan misi dalam mendukung serta mengawal program kerja pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir Prabowo menghadapi berbagai serangan negatif dari pihak yang disebutnya sebagai "pihak sebelah". Ia menilai serangan tersebut berpotensi menciptakan situasi yang tidak kondusif serta menurunkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap Presiden.
"Kami sampaikan bahwa relawan GCP adalah garda terdepan melindungi dan membela Presiden Prabowo," ujarnya.
Kurniawan juga mengatakan GCP siap kembali mencalonkan Prabowo untuk periode kedua apabila Presiden Prabowo diberikan kesehatan.
Terkait pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029, Kurniawan mengatakan GCP telah berdiskusi dengan tim hukum untuk melaporkan Budi Arie ke Polda Metro Jaya.
"Paling lambat hari Rabu, kami akan melaporkan Budi Arie Setiadi," katanya.
Sementara itu, Budi Arie Setiadi sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029.
Budi Arie mengaku memahami bahwa pernyataannya tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran. Ia menegaskan pernyataan itu merupakan pandangan dan analisis pribadinya.
"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu (26/8).
Sebelumnya, Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 yang disampaikan dalam kegiatan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo bukan merupakan sikap maupun pandangan mantan presiden tersebut.
Budi Arie menjelaskan pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi kemerdekaan bersama Joko Widodo dan para relawan.
"Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Karena itu, pernyataan itu sudah saya bilang, itu pernyataan saya pribadi, bukan pendapat dan sikap Pak Jokowi. Pak Jokowi cuma mendengarkan," kata Budi Arie.
Menurut dia, keberadaan Jokowi di dekatnya ketika menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan percepatan pemilu tidak berarti pernyataan tersebut mewakili sikap Jokowi.
Budi Arie mengatakan pernyataannya kemudian menjadi perhatian setelah rekaman pembicaraan tersebut beredar dan viral. Ia mengaku tidak mengetahui pihak yang merekam percakapan tersebut.
"Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu," ujarnya.
- Gerakan Cinta Prabowo (GCP)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.