Eset Integrasikan Teknologi AI untuk Tingkatkan Keamanan dan Kepatuhan Perusahaan
Minggu, 30 Agu 2026, 22:55 WIBJAKARTA - Seiring meningkatnya aktivitas digital, adopsi layanan cloud, penggunaan perangkat yang semakin beragam, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam lingkungan kerja hal ini berdampak pada meningkatnya ancaman siber. Perubahan lanskap ini tersebut membuat permukaan serangan yang harus diawasi perusahaan semakin luas.
Ketika ancaman semakin menantang untuk ditangani, di sisi lain, organisasi juga menghadapi tuntutan untuk memastikan data dan infrastruktur digital dikelola sesuai dengan ketentuan keamanan serta perlindungan data yang berlaku. Kondisi ini mendorong perusahaan tidak hanya membutuhkan perangkat lunak untuk mendeteksi malware, tetapi juga sistem keamanan yang mampu memberikan visibilitas menyeluruh terhadap perangkat, aktivitas pengguna, potensi kerentanan, hingga status kepatuhan.
Riset AwanPintar.id mencatat setidaknya terdapat 16 serangan siber setiap detik sepanjang semester I tahun 2026. Tingginya frekuensi serangan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan organisasi dalam melakukan pemantauan secara berkelanjutan, mendeteksi indikasi serangan sejak dini, serta merespons insiden secara cepat.
Ancaman yang dihadapi perusahaan juga semakin beragam, mulai dari malware, ransomware, phishing, pencurian kredensial, eksploitasi kerentanan perangkat lunak, hingga risiko kebocoran informasi akibat penggunaan aplikasi berbasis AI.
Sedangkan dalam konteks regulasi, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi salah satu aturan yang perlu diperhatikan organisasi dalam mengelola informasi pribadi. Selain itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) juga menjadi bagian dari perkembangan kerangka kebijakan keamanan siber di Indonesia.
Kebutuhan tersebut mendorong Eset memperkuat platform keamanan Eset Protect dengan sejumlah fitur yang memanfaatkan teknologi AI. Platform ini dirancang untuk membantu organisasi mengelola keamanan berbagai perangkat sekaligus kebutuhan patuh (compliance) melalui satu konsol terpusat.
Menurut CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, Eset Protect memungkinkan tim keamanan memperoleh gambaran mengenai kondisi keamanantitik akhir (endpoint)secara lebih menyeluruh. Pemantauan, deteksi, serta respons terhadap ancaman dapat dilakukan melalui satu platform, baik untuk perangkat yang berada di dalam jaringan kantor maupun perangkat yang digunakan di luar lingkungan perusahaan.
Platform tersebut juga memberikan fleksibilitas dalam penerapan. Organisasi dapat memilih deployment berbasis cloud maupun infrastruktur on-premises sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan pengelolaan teknologi informasi masing-masing.
Selain aspek perlindungan, kemampuan pelaporan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan keamanan perusahaan. Eset Protect menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan dan memungkinkan pengguna membuat laporan khusus berdasarkan lebih dari 1.000 titik data.
Kemampuan tersebut dapat membantu tim IT dan keamanan informasi memperoleh dokumentasi mengenai kondisi keamanan organisasi. Data yang tersedia juga dapat digunakan sebagai bahan untuk proses audit, evaluasi kebijakan, maupun kebutuhan compliance.
Yudhi menuturkan kepatuhan terhadap regulasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan visibilitas terhadap keamanan infrastruktur digital perusahaan. Menurutnya kepatuhan terhadap regulasi seperti bukan lagi sekadar pilihan
âCompliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan,â ucapnya.
Menurut dia, integrasi perlindungan berbasis AI dan dasbor terpadu dapat membantu organisasi mengidentifikasi kerentanan serta mengambil tindakan sebelum celah keamanan dimanfaatkan oleh pelaku serangan.
âPlatform Eset Protect memadukan teknologi perlindungan berlapis yang ditenagai AI dengan dasbor terpadu untuk menambal setiap celah kerentanan sebelum sempat dieksploitasi, meminimalkan risiko sanksi regulasi, sekaligus memperkuat benteng pertahanan perusahaan dari berbagai bentuk ancaman yang semakin canggih,â paparnya.
Kontrol Keamanan dari Satu Konsol
Salah satu pendekatan yang ditawarkan Eset Protect adalah pengelolaan keamanan dari satu konsol. Pendekatan ini memungkinkan tim keamanan memantau berbagai endpoint yang terhubung dengan lingkungan organisasi tanpa harus mengelola setiap perangkat secara terpisah.
Perangkat yang dapat dipantau mencakup komputer kerja, peladen (server), virtual machine, hingga perangkat seluler. Dengan semakin banyaknya perangkat yang digunakan dalam aktivitas bisnis, visibilitas terpusat menjadi penting untuk mengetahui apakah setiap endpoint telah mendapatkan perlindungan dan konfigurasi keamanan yang sesuai.
Melalui satu panel, tim keamanan dapat memantau status perlindungan perangkat yang berada di dalam maupun di luar jaringan kantor. Pengelolaan kebijakan keamanan, pemindaian, serta pembaruan perangkat juga dapat dilakukan melalui konsol tersebut.
Pendekatan terpusat ini membantu mempercepat proses identifikasi terhadap aktivitas yang tidak biasa. Potensi ancaman seperti malware, ransomware, maupun phishing dapat dipantau sebagai bagian dari keseluruhan kondisi keamanan endpoint.
Selain itu, fleksibilitas deployment memungkinkan perusahaan menyesuaikan implementasi platform dengan arsitektur teknologi yang sudah digunakan. Eset Protect dapat dijalankan pada server lokal berbasis Windows atau Linux maupun melalui layanan berbasis cloud.
Bagi organisasi dengan kebutuhan compliance yang berbeda-beda, kemampuan pelaporan juga menjadi faktor penting. Eset Protect menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan serta opsi pembuatan laporan berdasarkan lebih dari 1.000 titik data.
Laporan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi untuk mendokumentasikan kondisi endpoint, aktivitas keamanan, serta berbagai indikator yang relevan dengan proses audit dan compliance.
Teknologi AI untuk Deteksi dan Respons
Penggunaan AI menjadi salah satu bagian dari pengembangan Eset Protect. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu tim keamanan menganalisis aktivitas, memahami potensi ancaman, dan mempercepat proses pengambilan keputusan ketika terjadi insiden.
Salah satu teknologi yang terintegrasi adalah Eset LiveGuard Advanced. Teknologi ini melakukan analisis terhadap perilaku ancaman dan membantu menyajikan ringkasan mengenai insiden yang teridentifikasi.
Sementara itu, Eset AI Advisor berfungsi sebagai asisten interaktif yang dirancang untuk membantu proses respons terhadap insiden keamanan. Kehadiran asisten berbasis AI dapat membantu tim keamanan memperoleh informasi yang relevan ketika melakukan investigasi atau menentukan langkah penanganan.
Perkembangan penggunaan AI di lingkungan perusahaan juga menghadirkan jenis risiko baru. Aplikasi dan agent berbasis AI dapat menjadi bagian dari rantai pasok teknologi organisasi sehingga perlu mendapatkan pengawasan keamanan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Eset menghadirkan Eset AI Agent Security. Teknologi ini ditujukan untuk membantu mengawasi rantai pasok komponen agent yang digunakan dalam lingkungan AI.
Eset juga mengembangkan Eset AI Behavioral Monitoring untuk mendeteksi serta memblokir aktivitas mencurigakan yang berada di luar kewenangan agent. Pendekatan berbasis perilaku tersebut ditujukan untuk membantu mengidentifikasi aktivitas yang menyimpang dari pola penggunaan yang seharusnya.
Selain risiko terhadap infrastruktur, penggunaan AI generatif juga menimbulkan perhatian terhadap perlindungan data. Karyawan dapat memasukkan informasi perusahaan ke dalam layanan AI tanpa menyadari potensi konsekuensinya terhadap kerahasiaan data.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Eset AI Conversation Security dirancang untuk membantu memitigasi kemungkinan pembocoran data sensitif yang tidak disengaja ketika pengguna berinteraksi dengan teknologi AI generatif.
Adapun Eset AI Skills Checker memiliki kemampuan untuk menganalisis file, mengekstrak URL rujukan, serta melakukan simulasi perilaku dalam lingkungan terisolasi atau sandbox. Mekanisme tersebut dapat membantu proses pemeriksaan terhadap komponen atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan.
Disesuaikan dengan Kebutuhan Organisasi
Eset Protect tersedia dalam beberapa tingkatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Pembagian tersebut memungkinkan perusahaan memilih kemampuan perlindungan berdasarkan kompleksitas infrastruktur dan kebutuhan keamanan masing-masing.
Eset Protect Entry menyediakan perlindungan berlapis dengan dukungan machine learning. Tingkatan ini ditujukan bagi organisasi yang membutuhkan fondasi perlindungan endpoint dengan kemampuan deteksi berbasis pembelajaran mesin.
Sementara itu, Eset Protect Advanced menambahkan kemampuan perlindungan terhadap ransomware dan ancaman zero-day serta fitur enkripsi data. Kemampuan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan terhadap serangan yang memanfaatkan kerentanan baru maupun serangan yang secara khusus menargetkan data perusahaan.
Adapun Eset Protect Complete mencakup perlindungan endpoint, aplikasi cloud, dan email perusahaan. Cakupan tersebut menjadi relevan karena lingkungan kerja modern tidak lagi terbatas pada perangkat yang berada di jaringan kantor.
Untuk organisasi dengan kebutuhan keamanan yang lebih kompleks, Eset Protect Enterprise mengintegrasikan kemampuan Extended Detection and Response (XDR), termasuk threat hunting.
Kemampuan XDR memungkinkan organisasi memperluas pendekatan deteksi dan respons dengan menghubungkan informasi dari berbagai sumber keamanan. Sementara threat hunting memberikan ruang bagi tim keamanan untuk secara proaktif mencari indikasi ancaman yang mungkin belum terdeteksi melalui mekanisme keamanan konvensional.
Dengan menggabungkan pemantauan endpoint, kemampuan deteksi dan respons, teknologi AI, pengelolaan kebijakan, serta pelaporan compliance dalam satu ekosistem, Eset Protect diarahkan untuk membantu organisasi menghadapi lingkungan keamanan siber yang semakin kompleks.
Bagi perusahaan, pendekatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan upaya mencegah serangan, tetapi juga membangun visibilitas terhadap kondisi keamanan secara berkelanjutan. Di tengah meningkatnya volume data, penggunaan cloud, serta adopsi AI, kemampuan untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan digital perusahaan menjadi bagian penting dari strategi keamanan dan tata kelola teknologi informasi.
Sementara Eset Protect Elite diposisikan sebagai solusi pencegahan, deteksi, dan respons terintegrasi untuk kebutuhan enterprise.
Prosperita Solution Day Bahas Compliance
Pembahasan mengenai penerapan compliance dalam keamanan siber juga akan menjadi salah satu agenda Prosperita Solution Day 2026 yang digelar Prosperita Group selaku distributor resmi Eset pada 2 September 2026 di Hutan Kota by Plataran, Melati Glass House, Jakarta.
Mengusung tema âThe Compliance Blueprint: Smart IT Security Reporting for Enterpriseâ, acara tersebut akan mempertemukan jajaran C-Level, profesional teknologi informasi dan keamanan siber, auditor, serta pengelola risiko dari perusahaan dan instansi pemerintah.
Agenda tersebut akan membahas pengelolaan telemetri keamanan serta bagaimana informasi tersebut dapat diubah menjadi kerangka kerja compliance dan laporan risiko yang lebih terukur bagi manajemen.
Dalam acara yang sama, Eset juga dijadwalkan memperkenalkan layanan Managed Detection & Response (MDR). Layanan keamanan siber 24/7 tersebut menggabungkan teknologi AI dengan keahlian manusia untuk membantu meningkatkan kemampuan deteksi dan mempercepat respons terhadap insiden. Layanan ini ditujukan bagi organisasi yang ingin memperoleh dukungan pemantauan keamanan tanpa harus membangun tim spesialis keamanan siber internal.
Prosperita Solution Day 2026 juga akan menghadirkan diskusi yang melibatkan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepala Bidang Keamanan Siber Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Arry Abdi Syalman, serta CTO Prosperita Group Yudhi Kukuh. Diskusi akan dipandu Parlindungan Marius dari Steering Committee Indonesia Network Operators Group (IDNOG).
âKami berharap inisiatif Prosperita Solution Day 2026 dan hadirnya Platform Eset Protect berbasis AI akan mengakselerasi ketahanan siber nasional secara menyeluruh,â lanjut Yudhi.
- Ransomware
- keamanan siber
- cybersecurity
- RUU PDP
- keamanan data
- Teknologi AI
- malware
- Phishing
- Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
- keamanan digital
- Artificial Intelligence
- Transformasi Digital
- perlindungan data
- Cloud Security
- Eset Protect
- Eset
- Endpoint Security
- XDR
- Threat Hunting
- Compliance
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Minuman, Industri Kopi Jadi Senjata Baru Perluas Akses Pasar UMKM
-
Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru Berusia 210 Juta Tahun di Zimbabwe, Ungkap Misteri Evolusi Afrika
-
Kemendag Optimistis Tempe Jadi Senjata Baru Indonesia Menembus Pasar AS
-
Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia
-
Inovasi Tanam Padi dengan Sistem PM-AAS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.