Bantuan Air Bersih untuk 8 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Minggu, 30 Agu 2026, 22:46 WIB

Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, menyalurkan air bersih di enam desa dan tiga kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan yang terdampak kekeringan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 1.052 Kepala Keluarga (KK).

"Kami mendistribusikan air bersih di beberapa desa tersebar di Kecamatan Pakusari, Kalisat, Silo, Jelbuk, Bangsalsari, Sumbersari, Rambipuji, dan Kecamatan Patrang," kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Minggu.

Ket. Foto: Petugas BPBD Jember mendistribusikan air bersih di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Minggu (30/8/2026). — Sumber: Antara

Menurutnya, petugas mendistribusikan air bersih di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dengan total 150.000 liter air untuk warga yang mengalami krisis air bersih sebanyak 125 KK secara bertahap.

"Petugas mengirim air bersih dua hari sekali ke desa setempat, bahkan kami juga mendistribusikan tiga tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan satu  tandon mandiri berkapasitas 1.000 liter," tuturnya.

Untuk di kawasan kota, lanjutnya, terdapat Kelurahan Antirogo dan Tegal Gede di Kecamatan Sumbersari yang mengalami kekeringan, sehingga pihaknya mendistribusikan air bersih sebanyak 12 kali di Antirogo dan sebanyak lima kali di Tegal Gede.

"Warga yang terdampak kekeringan di dua kelurahan tersebut sebanyak 130 KK dengan total air bersih yang sudah didistribusikan sebanyak 77.500 liter yang dikirim secara bertahap," katanya.

Edy menjelaskan total air bersih yang sudah didistribusikan di delapan kecamatan tersebut sebanyak 492.500 liter hingga 30 Agustus 2026. Namun pihaknya terus akan menyuplai daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau di Kabupaten Jember.

"Hari ini kami juga mengirim air bersih untuk warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang mengalami kekeringan karena warga di sana belum memiliki jaringan pipanisasi, sehingga masyarakat mengandalkan sumur. Namun, debit air mulai menurun, sebagian sumur mengering dan air yang tersedia berbau kurang sedap," ujarnya.

  • Musim Kemarau

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.