ITF Sunter Mau Diaktifkan Lagi, JPS Ingatkan Pemprov DKI soal Risiko Lingkungan

Sabtu, 29 Agu 2026, 11:20 WIB

Jakarta - Jakarta Public Service (JPS) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kajian sebelum mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) di Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara.

Direktur Eksekutif JPS M Syaiful Jihad mengatakan kajian perlu mencakup aspek lingkungan, teknologi, kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan residu agar fasilitas tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Ket. Foto: Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad. — Sumber: Antara

“Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan kajian mendalam sebelum fasilitas WTE dioperasikan, terutama terkait aspek lingkungan, teknologi, kesehatan masyarakat, serta pengelolaan residu hasil pengolahan sampah,” kata Syaiful di Jakarta, Sabtu (29/8).

Menurut dia, pengalaman pengoperasian RDF Plant Rorotan dapat menjadi bahan evaluasi. Persoalan lingkungan dan keluhan masyarakat yang muncul di sekitar fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengendalian dampak harus dipersiapkan sejak tahap perencanaan.

“Jangan sampai kita memiliki fasilitas pengolahan sampah, tetapi kemudian muncul persoalan baru di lingkungan sekitar. Karena itu, analisis mengenai dampak lingkungan harus dilakukan secara komprehensif dan terbuka,” ujarnya.

Syaiful menilai kajian ITF Sunter tidak cukup hanya menghitung kapasitas pengolahan dan potensi produksi listrik. Pemerintah juga perlu memperhitungkan dampak terhadap kualitas udara, air, tanah, lalu lintas pengangkutan sampah, serta kondisi sosial masyarakat di sekitar fasilitas.

ITF Sunter dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.200 ton sampah per hari dengan teknologi WTE. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mereduksi volume sampah lebih dari 80 persen dan menghasilkan listrik hingga 35 megawatt (MW), dengan nilai investasi sekitar Rp5,3 triliun.

Dengan kapasitas tersebut, ITF Sunter secara teoritis dapat menangani sekitar 27-29 persen dari timbulan sampah Jakarta yang mencapai sekitar 7.700-8.000 ton per hari.

“Artinya, fasilitas tersebut berpotensi memberikan kontribusi cukup besar dalam mengurangi beban pengelolaan sampah, meski tidak dapat menjadi satu-satunya solusi,” kata Syaiful.

Ia menegaskan pembangunan WTE harus berjalan beriringan dengan kebijakan pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, teknologi pengolahan tidak boleh menggantikan upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah tangga.

Syaiful juga mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk merealisasikan fasilitas WTE mengingat volume sampah Jakarta yang terus menjadi persoalan.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, timbulan sampah di Jakarta mencapai sekitar 7.700-8.000 ton per hari, sedangkan timbunan sampah di TPST Bantar Gebang telah mencapai sekitar 55 juta ton.

“Kondisi ini membutuhkan penanganan di luar pola pembuangan ke tempat pemrosesan akhir,” ujarnya.

Karena itu, Syaiful berharap pengaktifan kembali ITF Sunter dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi. Pemprov DKI Jakarta juga dinilai perlu melibatkan masyarakat serta memastikan seluruh standar lingkungan dan pengendalian emisi terpenuhi sebelum fasilitas beroperasi.

“WTE jangan sampai hanya menjadi proyek infrastruktur pengolahan sampah, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah Jakarta yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU

Trump Umumkan "Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah Dunia" dengan Venezuela

Kepala DPMPTSP Sebut JIF Summit 2026 Bukan Cuma Soal Angka Investasi

JIF Summit 2026 Dorong Proyek Tanggul Laut NCICD Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Menpar Warning! Pariwisata Jangan Cuma Kejar Turis, Alam Harus Tetap Lestari

2 Jembatan Besar di Flores Rusak Parah, Menteri PU: Harus Selesai September & Tahan Gempa

Jangan Asal Pakai AI! Wamenkomdigi Soroti Risiko di Sektor Keuangan

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah

Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB melalui Program CKG

Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal

Mulai Hari Ini, Draf PPHN Bisa Diakses Publik di Laman Resmi MPR RI

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.