- Home
-
- Luar Negeri
-
- Banjir Bandang Nepal Tewas...
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 359 Orang, 1.400 Hilang dan Danau Terancam Jebol
Jumat, 28 Agu 2026, 00:00 WIBKATHMANDU â Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal mencapai 359 orang. Kepolisian Nepal menyatakan seluruh jenazah tersebut telah ditemukan dari sejumlah distrik yang terdampak bencana.
Dari The Guardian, dalam pernyataan yang disampaikan Kamis (27/8), kepolisian merinci korban tewas terdiri atas 17 orang di Rasuwa, 28 di Nuwakot, 33 di Dhading, 132 di Chitwan, 30 di Gorkha, 22 di Tanahun, 82 di Nawalparasi Timur, dan 15 di Nawalparasi Barat.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di sejumlah wilayah. Polisi bersama berbagai instansi dan warga setempat juga mengevakuasi rumah tangga yang berada di kawasan berisiko banjir ke lokasi yang lebih aman serta membersihkan material yang menghalangi akses jalan.
Ancaman baru muncul dari sebuah danau yang terbentuk akibat penyumbatan aliran sungai pada Rabu (26/8). Otoritas penanggulangan bencana Nepal menyatakan permukaan air danau tersebut terus meningkat dan berpotensi menyebabkan jebolnya bendungan alami.
Warga dan tim penyelamat diminta menjauhi tepi sungai karena peningkatan debit air dapat memicu banjir lanjutan.
Bencana tersebut terjadi di sejumlah wilayah Nepal, termasuk kawasan dekat perbatasan Nepal-Tibet. Selain korban tewas, tim penyelamat sedang mencari hampir 1.400 orang, sebagian besar wisatawan, yang hilang setelah banjir bandang dahsyat melanda Nepal dan Tibet , menerjang lembah, menghancurkan seluruh desa dan menewaskan sedikitnya 356 orang.
Upaya untuk menemukan mereka yang hilang â termasuk ratusan orang dari India, AS, Inggris, Australia, dan Kanada â menjadi rumit karena hancurnya puluhan jembatan dan hampir 25 mil (40 km) jalan di wilayah pegunungan yang populer di kalangan pendaki dan peziarah.
Video dari bencana hari Rabu menunjukkan dinding air besar menerjang perbatasan saat orang-orang berusaha melarikan diri. Truk-truk terbalik dan rumah-rumah, jalan-jalan, serta pembangkit listrik tersapu di Nepal, sementara para pejabat di Tibet mengatakan mereka khawatir akan "banyak korban jiwa" setelah tanah longsor menghantam perbatasan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Sedikitnya 30.000 Orang Terdampak Banjir di Myanmar
-
Banjir bandang Parigi Moutong
-
Pelajar di Palmerah Dibacok Kepalanya oleh Kelompok Otang Tak Dikenal
-
Dorong Pembiayaan Kreatif Infrastruktur di Bali, PII Gandeng Kemendagri
-
Perlindungan Konsumen Masuk Babak Baru, Kemendag Bidik Pembahasan Revisi UU Tahun Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.