48 Orang Tewas Usai Tenggak Miras Terkontaminasi Metanol di Nigeria

Minggu, 20 Sep 2026, 09:55 WIB

LAGOS - Badan pengawas makanan dan obat-obatan Nigeria pada hari Sabtu mengatakan minuman beralkohol yang terkontaminasi metanol telah menewaskan 48 orang dan menyebabkan 182 orang sakit dalam beberapa pekan terakhir.

Kematian tersebut terjadi di tiga distrik di negara bagian Ondo, Nigeria bagian barat daya, setelah para korban mengonsumsi ramuan yang diseduh secara lokal, yang menurut media setempat dikenal sebagai "Ekor Monyet".

Ket. Foto: Para dokter merawat korban minuman beralkohol buatan lokal yang biasa dikenal sebagai "Ekor Monyet" di sebuah rumah sakit di Odigbo, Nigeria selatan, Kamis, 17 September 2026. — Sumber: AP

Kasus pertama dilaporkan awal bulan ini dan jumlah korban terus meningkat secara bertahap.

Pihak berwenang telah menangkap 15 orang terkait produksi dan penjualan minuman tersebut, kata badan tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (NAFDAC) negara tersebut menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setelah masyarakat membeli dan mengonsumsi "ramuan alkohol dan herbal" yang dibuat secara lokal, "48 kematian dan 182 kasus telah tercatat".

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya "konsentrasi metanol yang tinggi", senyawa alkohol yang mematikan, dan strain ganja indica dalam sampel ramuan yang dicurigai, kata badan tersebut.

Metanol sangat beracun dan menyebabkan kematian akibat kegagalan organ serta kebutaan.

NAFDAC mengatakan lima orang menjadi buta total dan dua orang kehilangan penglihatan sebagian.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.