Talenta dan Investasi Jadi Kunci Semikonduktor Indonesia

Kamis, 27 Agu 2026, 02:00 WIB

Jakarta - Indonesia perlu memperkuat keterhubungan dengan rantai pasok teknologi dan semikonduktor global untuk meningkatkan kapasitas industri nasional serta mendorong perekonomian menuju segmen bernilai tambah lebih tinggi. Penguatan talenta, investasi, riset, dan kemitraan teknologi dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu mengambil peran lebih besar dalam industri semikonduktor.

Seperti dikutip dari Antara, Wakil Direktur Bidang Keamanan Ekonomi Research Institute for Democracy, Society, and Emerging Technology (DSET) Taiwan Chiang Min-yen mengatakan keterhubungan dengan rantai pasok teknologi yang sudah ada dapat menjadi pijakan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas ekonomi.

Ket. Foto: Seorang karyawan bekerja di pabrik cip semikonduktor di Binzhou, Provinsi Shandong, Tiongkok, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/CN-STR/China OUT

“Indonesia dapat mempertimbangkan untuk lebih memperkuat keterhubungannya dengan rantai pasok teknologi dan semikonduktor global yang sudah ada, seiring upayanya untuk masuk ke segmen ekonomi global yang bernilai lebih tinggi,” kata Chiang di Jakarta.

Indonesia dapat mendorong lebih banyak mahasiswa dan insinyur muda mengikuti pendidikan serta pelatihan semikonduktor di Taiwan. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat keterampilan teknis sekaligus membangun jejaring jangka panjang dengan universitas dan industri.

Keahlian Teknis

Lebih Lanjut, Chiang mengatakan industri semikonduktor membutuhkan sumber daya manusia dengan keahlian teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Jejaring pendidikan dan pelatihan juga dapat membuka peluang kolaborasi antara institusi pendidikan dan perusahaan dari kedua negara.

Selain pengembangan talenta, ia menilai perluasan kemitraan ekonomi dan teknologi dengan berbagai mitra global diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

“Memperluas hubungan dengan Taiwan, Jepang, Eropa, Amerika Serikat, dan mitra lainnya dapat membantu Indonesia mempertahankan akses yang lebih luas terhadap teknologi, investasi, dan pasar,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut semakin relevan di tengah perubahan struktur rantai pasok global yang mendorong berbagai negara meningkatkan kapasitas industri dan memperkuat ketahanan ekonominya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.