Karhutla Makin Mengkhawatirkan! Satu Pleton Brimob Dikerahkan ke Bengkayang
Kamis, 27 Agu 2026, 00:06 WIBBENGKAYANG - Sebanyak 30 personel atau satu pleton Brigade Mobil (Brimob) Polri tiba di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk memperkuat jajaran Polres Bengkayang dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Puluhan personel tersebut merupakan satu pleton Bawah Kendali Operasi (BKO) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Penanganan Karhutla di wilayah Kalbar.
âSelamat datang di Bumi Sebalo. Kehadiran rekan-rekan Brimob tentunya akan memperkuat kita bersama dalam menghadapi dan menangani karhutla di wilayah Kabupaten Bengkayang,â kata Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab saat menyambut Kedatangan personel BKO Brimob di halaman Mapolsek Sungai Raya, Rabu.Â
Dia mengatakan 30 personel tersebut akan ditempatkan di tiga rayon wilayah hukum Polres Bengkayang. Penempatan itu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan titik api maupun terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak lima personel ditempatkan di Rayon I yang meliputi Kecamatan Bengkayang, Lumar, Teriak, Sungai Betung dan Suti Semarang.
Kemudian, 15 personel ditempatkan di Rayon II yang mencakup Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Lembah Bawang dan Samalantan.
Sementara 10 personel lainnya ditempatkan di Rayon III yang meliputi Kecamatan Ledo, Tujuh Belas, Sanggau Ledo, Siding, Seluas dan Jagoi Babang.
âKita akan bersama-sama melakukan penanganan karhutla dan pemadaman api. Dengan adanya tambahan personel ini, respons di lapangan diharapkan bisa semakin cepat,â ujarnya.
Menurut dia, personel Brimob tidak hanya dilibatkan dalam pemadaman ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memperkuat patroli bersama dan berbagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.
Selain itu, personel BKO Brimob juga akan mendukung upaya penegakan hukum apabila dalam penanganan karhutla ditemukan adanya dugaan tindak pidana.
Dia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik dalam upaya pencegahan, pemadaman maupun penegakan hukum.
âKita harus bergerak bersama. Pencegahan tetap menjadi langkah utama, namun ketika terjadi kebakaran, seluruh personel dan unsur terkait harus siap bergerak cepat untuk melakukan penanganan,â katanya.
- Kebakaran Hutan
- Mengkhawatirkan
- Karhutla
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Air Bersih Menipis, Polda Kalbar Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Karhutla
-
Film “Jumbo” Tayang di AS, KJRI Houston Hadirkan Pemutaran Perdana
-
Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.
-
Terdampak Asap Karhutla, Orang Utan Dievakuasi
-
Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum
-
Museum KH Noer Ali Digagas Jadi Pusat Edukasi Sejarah Bekasi
-
Tim Alpha Fastrope ke Titik Api Karhutla Pekanbaru, Siap Buka Jalan Tim Free Fall.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.