Museum KH Noer Ali Digagas Jadi Pusat Edukasi Sejarah Bekasi
Rabu, 26 Agu 2026, 00:09 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggagas pembangunan Museum Pahlawan Nasional Almaghfurlah KH Noer Ali sebagai sarana edukasi sejarah bagi pelajar dan santri sekaligus destinasi wisata religi.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan museum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat perjalanan perjuangan KH Noer Ali, ulama asal Bekasi yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di kompleks Pondok Pesantren At Taqwa, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8).
"Pemerintah daerah bertekad ingin membangun museum untuk putra terbaik Bekasi sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus wisata religi," katanya.
Menurut Asep, keberadaan museum penting agar pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga menengah serta para santri dapat mempelajari sejarah perjuangan KH Noer Ali dan meneladani akhlak serta nilai-nilai perjuangannya.
"Agar nanti anak-anak kita mengenal sosok beliau, kemudian mempelajari akhlak beliau sehingga beliau menjadi panutan dan dikenal di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kabupaten Bekasi," ucapnya.
Ia mengatakan pembangunan museum dapat direalisasikan melalui sinergi Pemkab Bekasi, keluarga besar At Taqwa, DPRD, serta pihak terkait lainnya. Skema kerja sama tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat.
Selain menggagas museum, Pemkab Bekasi selama ini rutin menggelar tradisi ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada KH Noer Ali setiap 16 Agustus dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI.
"Ini juga sebagai salah satu bentuk penghormatan sekaligus kecintaan Pemerintah Kabupaten Bekasi beserta masyarakat kepada Beliau Almaghfurlah KH Noer Ali," jelasnya.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Asep juga mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diiringi penguatan moral, kepedulian sosial, kesantunan berkomunikasi, dan semangat kebersamaan.
"Marilah kita tanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam keluarga, kita ajarkan kepada anak-anak kita dan kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat memperkuat ukhuwah dan kerukunan masyarakat sekaligus menjadi momentum membangun Kabupaten Bekasi melalui nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
"Semoga Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera dan senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT," kata dia.
- Kabupaten Bekasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gagal Pertahankan WTP, DPRD Bekasi Bongkar Penyebab Opini Disclaimer dari BPK
-
Puluhan SD Negeri di Boyolali Ditutup, 48 Sekolah Digabung karena Kekurangan Murid
-
Baku Tembak Satpam vs Pelaku Curanmor, Ini Kata Polisi
-
Christopher Nolan Sebut Tom Hardy adalah Villain Batman Terbaik dalam Karyanya
-
Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.