Direktur CIA Mendadak Terbang ke Moskow, Beri Peringatan Keras Soal Ancaman Negara Baltik

Kamis, 27 Agu 2026, 17:50 WIB

JAKARTA – Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan melakukan kunjungan mendadak ke Moskow pada 25 Agustus 2026. Kunjungan tersebut disebut bertujuan memperingatkan Rusia agar tidak melakukan serangan terhadap negara-negara NATO, terutama Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui kunjungan Ratcliffe kepada Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL). Kunjungan ini menjadi perhatian karena merupakan kunjungan publik pertama Ratcliffe ke Rusia sejak dirinya menjabat sebagai Direktur CIA di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ket. Foto: Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan melakukan kunjungan mendadak ke Moskow pada 25 Agustus 2026. Kunjungan tersebut disebut bertujuan memperingatkan Rusia agar tidak melakukan serangan terhadap negara-negara NATO, terutama Estonia, Latvia, dan Lithuania. — Sumber: AFP

Kehadiran Ratcliffe di Moskow berlangsung ketika kekhawatiran negara-negara Baltik terhadap potensi agresi Rusia kembali meningkat. Seorang diplomat Baltik yang berbicara secara anonim mengatakan para pejabat di kawasan tersebut telah mendapatkan informasi sebelumnya mengenai rencana kunjungan kepala CIA tersebut.

Pemerintah Rusia membenarkan bahwa pertemuan antara Ratcliffe dan pejabat intelijen Rusia memang berlangsung. Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin, mengatakan dirinya mengadakan pertemuan kerja dengan Ratcliffe untuk membahas sejumlah persoalan sensitif.

Namun, Naryshkin tidak mengungkapkan rincian mengenai topik yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, Kremlin membantah laporan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan peringatan mengenai kemungkinan serangan Rusia ke negara-negara Baltik.

“Banyak sekali cerita-cerita menakutkan seperti itu yang dipublikasikan saat ini.... Itu tidak ada hubungannya dengan kenyataan,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada 27 Agustus 2026.

Estonia, Latvia, dan Lithuania merupakan anggota NATO yang selama beberapa tahun terakhir aktif memperingatkan mengenai meningkatnya ancaman dari Rusia. Ketiga negara tersebut memiliki posisi strategis karena berbatasan atau berada sangat dekat dengan wilayah Rusia dan kawasan yang menjadi pusat ketegangan keamanan Eropa.

Kekhawatiran tersebut kembali mencuat setelah tiga komisioner Baltik, Kaja Kallas, Andrius Kubilius, dan Valdis Dombrovskis, menyampaikan peringatan mengenai memburuknya situasi keamanan di kawasan. Surat yang ditujukan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen itu juga menyoroti meningkatnya pelanggaran wilayah udara serta penyusupan drone Rusia.

Surat tersebut turut mendapat dukungan dari komisioner Polandia dan Finlandia untuk Uni Eropa. Negara-negara tersebut sama-sama memiliki kepentingan keamanan yang besar terhadap perkembangan aktivitas militer dan operasi hibrida Rusia di kawasan Eropa Timur dan Baltik.

Meski terdapat kekhawatiran mengenai aktivitas Rusia, para diplomat Baltik mengatakan belum ada indikasi bahwa serangan konvensional terhadap negara-negara Baltik akan segera terjadi. Namun, mereka menyebut adanya informasi intelijen mengenai kemungkinan operasi bendera palsu Rusia selama musim panas.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Baltik menghadapi berbagai bentuk aktivitas yang disebut sebagai kampanye perang hibrida Rusia. Bentuknya mencakup pengintaian wilayah udara, peperangan elektronik, dugaan sabotase, hingga operasi siber.

Salah satu insiden terjadi pada September 2024 ketika sebuah drone Shahed yang dilaporkan membawa persenjataan jatuh di wilayah Latvia. Pemerintah Latvia kemudian memanggil kuasa usaha Rusia, sementara pihak Rusia membantah bahwa drone tersebut merupakan miliknya.

Ketegangan juga meningkat setelah kabel listrik Estlink 2 yang menghubungkan Finlandia dan Estonia mengalami kerusakan bersama sejumlah kabel telekomunikasi. Otoritas Finlandia menduga kapal tanker berbendera Kepulauan Cook, Eagle S, yang disebut terkait dengan dugaan “armada bayangan” Rusia, menyebabkan kerusakan setelah jangkar kapal terseret.

Pada September 2025, tiga jet tempur Rusia juga dilaporkan memasuki wilayah udara Estonia selama sekitar 12 menit di sekitar Pulau Vaindloo. Pesawat tersebut disebut tidak memiliki rencana penerbangan dan tidak mengaktifkan transponder, sehingga Tallinn menilai pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja.

Estonia kemudian merujuk pada Pasal 4 NATO yang memungkinkan negara anggota meminta konsultasi ketika merasa keamanan atau integritas wilayahnya terancam. Ketentuan tersebut berbeda dengan Pasal 5 NATO yang berkaitan dengan prinsip pertahanan kolektif jika terjadi serangan terhadap anggota aliansi.

Insiden lain terjadi pada Oktober 2025 ketika sebuah jet tempur Rusia dan pesawat tanker pengisian bahan bakar memasuki wilayah udara Lithuania dalam waktu singkat. Pesawat-pesawat NATO kemudian dikerahkan sebagai respons terhadap kejadian tersebut.

Pada 2026, wilayah udara Latvia juga beberapa kali dilintasi drone Ukraina yang diarahkan untuk menyerang target di Rusia. Militer Latvia menduga Rusia menggunakan peperangan elektronik untuk mengganggu atau mengubah arah penerbangan drone tersebut.

Washington sendiri berencana memberikan pengarahan kepada negara-negara sekutu mengenai detail kunjungan Ratcliffe ke Moskow pada pekan berikutnya. Ratcliffe terlihat meninggalkan Sayap Barat Gedung Putih pada 26 Agustus bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge Colby dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Brussels pada 29 Agustus. Setelah pertemuan tersebut, Colby akan mengikuti pertemuan Dewan Atlantik Utara bersama para duta besar negara anggota NATO.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa isu keamanan negara-negara Baltik masih menjadi perhatian utama Amerika Serikat dan NATO. Di tengah meningkatnya aktivitas militer, siber, serta dugaan operasi hibrida Rusia, komunikasi langsung antara Washington dan Moskow menjadi salah satu jalur penting untuk mencegah eskalasi yang lebih luas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

KA Malabar Tabrak Truk Mogok di Atas Rel Klaten, Tiba di Malang Terlambat 297 Menit

Festival Film Desa Dapat Fasilitas Kemendes Jadi Gerakan Baru Dorong Ekraf Lokal Angkat Perekonomian Daerah

Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Data PCE Sesuai Konsensus

Kemenko Polkam Terima Aspirasi SP PLN: Isu Ketenagalistrikan Berdampak ke Stabilitas Nasional

11 Tahun J&T Express, Perkuat Teknologi Logistik dan Perluas Dampak Sosial

Jakmania Protes Kenaikan Harga Tiket, Resmi Boikot Launching Tim Persija

LG Buka Peluang Kreator Digital Raih Komisi Lewat Life’s Good Creator Club

Direktur CIA Mendadak Terbang ke Moskow, Beri Peringatan Keras Soal Ancaman Negara Baltik

Usia 61 Tahun, IKPI Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Pemerintah dan Wajib Pajak

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung

Kuota 30 Persen Hunian MBR di TOD: Ini Poin Penting Usulan Ranperda Rusun Jakarta

KTM dan Gombong Culture Festival Dibuka, Menkop Ferry Juliantoro: Benteng Van Der Wijck Akan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Kebumen Bakal Berkembang

PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi.

UEFA Terapkan Aturan Baru Liga Champions 2026/27, Undian Arsenal dan Liverpool Terdampak

Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan

Warga Betawi Terancam Tersisih, DPRD DKI Desak Kebijakan Afirmatif di Ranperda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.