Kurangi BBM Impor di Bali, PLN Maksimalkan PLTS dan BESS

Rabu, 26 Agu 2026, 05:58 WIB

JEMBRANA - PT PLN (Persero) mengoptimalkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 1.000 megawatt peak (MWp) yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) 3,3 gigawatt hour (GWh) untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) impor di Bali.

"Dengan adanya program PLTS ini, maka sistem kelistrikan Bali bergeser, yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik,” kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat peluncuran pengembangan PLTS Gilimanuk di Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Ket. Foto: Gubernur Bali Wayan Koster — Sumber: antara foto

“Nanti dari energi yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan," katanya menambahkan.

Darmawan menjelaskan keunggulan utama proyek tersebut dibandingkan PLTS konvensional terletak pada integrasi sistem penyimpanan baterai berskala besar dengan teknologi canggih.

Melalui BESS, energi matahari yang diproduksi melimpah pada siang hari, terutama pukul 10.00-14.00 WITA, dapat disimpan untuk digunakan sebagai sumber listrik pada malam hingga pagi hari.

"Konsumsi BBM yang banyak terjadi pada waktu sore sampai malam hari bisa digantikan dengan PLTS yang energinya disimpan di dalam bentuk Battery Energy Storage System," ujar Darmawan.

Ia menjelaskan seluruh daya listrik yang dihasilkan pembangkit di Bali bagian barat tersebut akan disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) untuk menjangkau berbagai kawasan di Pulau Bali.

"PLTS ini langsung tersambung pada transmisi tegangan tinggi 150 kV yang kemudian dievakuasi langsung ke Denpasar, sampai ke Nusa Dua, Kuta, hingga Sanur, walaupun PLTS Gilimanuk lokasinya di Jembrana, ini untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Pulau Bali," tuturnya.

PLN memperkirakan potensi PLTS Gilimanuk saat ini belum maksimal karena proyek masih dalam tahap awal. Namun, ketika kapasitasnya mencapai 300 MWp, lahan seluas 320 hektare tersebut berpotensi turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

PLN menilai akselerasi target nasional pengembangan energi surya sebesar 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lebih cepat berkat kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, ATR/BPN, hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai tim solid.

“Dalam proses ini, kami akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan, dan dalam proses ini bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju lagi, kami siap menjalankan program arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah PLN dan pemerintah pusat yang dinilai sejalan dengan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Senada dengan PLN, Koster meyakini kehadiran PLTS dapat mengurangi penggunaan BBM dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan citra pariwisata Bali di mata dunia.

"Manfaat dari PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali, kemudian juga akan menghentikan penggunaan bahan bakar minyak yang di Bali itu besarnya mencapai 500.000 kiloliter, tidak lagi impor BBM dan biayanya jauh lebih murah," kata Koster.

Koster menegaskan Pemprov Bali siap mendukung pemanfaatan lahan negara yang tidak produktif untuk mengoptimalkan pengembangan PLTS.

Selain proyek tahap awal berkapasitas 300 MWp di Gilimanuk, survei lahan kering juga tengah dilakukan di wilayah Buleleng dan Karangasem untuk mendukung perluasan kapasitas PLTS pada masa mendatang.

  • PLN
  • Bali
  • BBM Impor

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Layanan Samsat Keliling Hari Ini, Rabu (26/8), Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek

Kepadatan Lalu Lintas Warnai Jalur Wisata Puncak Saat Libur Panjang

Manchester City Sepakati Transfer Winger Palmeiras Allan Elias Senilai 754 Miliar Rupiah

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Rabu (26/8), Cerah Berawan

Dieng Culture Festival 2026, Padukan Tradisi, Seni, Alam, dan Pemberdayaan Masyarakat

Rencana Pembangunan Jakarta Terhambat Efisiensi, Apa yang Terjadi?

Generasi Baru Mulai Mengancam Petenis Papan Atas

Dieng Culture Festival 2026 Targetkan Ekonomi Warga Makin Kuat, Ini Strateginya

Kekuatan Madrid Diuji Strategi Berani Sociedad

Waspada Perubahan Cuaca! Sebagian Besar RI Diprakirakan Berawan Tebal Rabu

Samsat Keliling Buka di 14 Lokasi Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasinya di Mana Saja

Muktamar NU ke-35 Pakai Kartu Cip, Akses Peserta Diperketat dan Diawasi 100 CCTV

Pari Corek Bergambar Sang Buddha Hiasi Persawahan Semarang, Padukan Seni dan Kearifan Lokal

Daop Madiun Ungkap 657 Barang Hilang, Penumpang Bisa Cek dan Ambil Kembali

Kampung Adat Sade Terbakar, BUMN dan Investor Salurkan Sembako serta Bantuan Rp2 Miliar

Cerah dari Pagi tapi Guyur Hujan Malam Hari! Intip Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini!

231 Personel US Army Tiba di Palembang Jelang Latgabma Super Garuda Shield 2026

Kementerian ESDM Izinkan PLN Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran Jadi PLTP, Perkuat Energi Bersih Nasional

Kurangi BBM Impor di Bali, PLN Maksimalkan PLTS dan BESS

Festival Kontribusi Negeri Digagas Mata Garuda LPDP Melbourne, Ini Tujuannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.