• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Skeleton Flower: Si Bunga ...

Skeleton Flower: Si Bunga Ajaib yang Berubah Bening Saat Diguyur Hujan

Senin, 05 Okt 2026, 01:22 WIB

DI kedalaman hutan pegunungan yang lembap di Jepang dan Tiongkok, terdapat sebuah keajaiban alam yang tampak seolah keluar dari film fantasi.

Diphylleia grayi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Skeleton Flower, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta botani karena kemampuannya melakukan "trik sulap" fisik saat terkena tetesan air.

Ket. Foto: — Sumber: Kouzou Yoneyama/Getty Images

Secara kasat mata, bunga ini terlihat seperti bunga putih kecil biasa. Namun, saat hujan turun, kelopaknya perlahan kehilangan warna putihnya dan berubah menjadi bening transparan layaknya kaca kristal.

Fenomena unik ini bukan disebabkan oleh pigmen yang luntur, melainkan sebuah struktur fisik yang luar biasa. Berdasarkan data botani, kelopak Skeleton Flower memiliki struktur sel yang unik dengan banyak ruang udara di dalamnya.

Saat kering, ruang udara di dalam sel memantulkan cahaya kembali ke mata kita, sehingga kelopak tampak berwarna putih susu.

Saat basah, air masuk dan mengisi ruang-ruang udara tersebut. Karena indeks bias air mendekati indeks bias cairan sel, cahaya tidak lagi dipantulkan melainkan diteruskan langsung menembus jaringan kelopak. Inilah yang menciptakan efek transparan.

Begitu kelopak mulai mengering dan air menguap, udara kembali mengisi ruang antar sel, dan bunga ini secara ajaib kembali ke warna putih aslinya.

Bagi masyarakat di tanah air yang berharap melihat bunga ini secara langsung, tampaknya harus sedikit kecewa. Skeleton Flower adalah tanaman yang sangat pemilih terhadap habitatnya.

"Bunga ini hanya tumbuh optimal di daerah yang sangat spesifik: lembap, dingin, teduh, dan memiliki tanah yang kaya akan humus," ungkap hasil laporan penelitian botani.

Kondisi tersebut biasanya hanya ditemukan di dataran tinggi pegunungan wilayah Asia Timur. Hal inilah yang menyebabkan Diphylleia grayi hampir mustahil ditemukan tumbuh secara alami di iklim tropis seperti Indonesia yang cenderung memiliki suhu hangat sepanjang tahun.

Bunga ini hanya tumbuh baik di daerah lembap, dingin, dan teduh, biasanya di ketinggian dengan tanah yang kaya humus. Kondisi inilah yang membuat Skeleton Flower jarang ditemukan di iklim tropis seperti Indonesia. RRI

  • Kristal
  • Skeleton Flower
  • Kaca
  • Diphylleia grayi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.