DPR Minta Sistem Pendidikan Adaptif Hadapi Ancaman Bencana
Rabu, 26 Agu 2026, 14:38 WIBJAKARTA - Rentetan bencana di sejumlah wilayah Indonesia kembali menguji kesiapan sektor pendidikan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sistem pendidikan yang mampu beradaptasi menghadapi situasi darurat.
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai pemerintah perlu membangun sistem pendidikan yang adaptif dan proaktif terhadap ancaman bencana. Menurut dia, keberlangsungan pembelajaran dan pemenuhan hak pendidikan anak tidak boleh hanya mengandalkan penanganan setelah bencana terjadi.
"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan, bukan sekadar reaksi sesaat," ujar Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8) lalu.
Menurut Lestari, pemerintah perlu segera menyusun mekanisme pembelajaran darurat yang efektif di wilayah terdampak bencana. Mekanisme tersebut harus menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik sekaligus mempertahankan proses belajar mengajar.
Ia mengatakan kebutuhan penguatan sistem pendidikan tangguh bencana semakin mendesak berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023. Data tersebut mencatat lebih dari 70 ribu satuan pendidikan berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.
Karena itu, Lestari meminta pemerintah memperkuat penerapan protokol kedaruratan secara konsisten di wilayah terdampak bencana. Ia menyebut, keselamatan guru dan siswa, pemenuhan hak belajar, serta pemulihan pendidikan harus menjadi prioritas dalam penanganan.
Lestari juga menilai sistem pendidikan perlu memiliki daya tahan menghadapi berbagai potensi bencana secara berkelanjutan. Pendidikan tidak cukup hanya disiapkan untuk merespons keadaan darurat ketika bencana telah terjadi.
"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tetapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," kata dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
OJK Diminta Perkuat Reformasi Pasar Modal Jelang Tinjauan MSCI
-
Waspada! Tol Cipali KM 72-188 Sedang Diperbaiki, Pengendara Perlu Tahu Ini
-
Komisi XI DPR RI Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,80 Triliun pada 2027
-
Semarak HUT ke-81 RI, Relawan GDS Ajak Anak Panti Asuhan Aceh Main Permainan Tradisional.
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
-
BNN: Tim Terpadu Lintas Instansi Perkuat Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Rehabilitasi Narkotika
-
Tim Satgas Bencana ITS Pantau Kekuatan Infrastruktur NTT Pascagempa M7,7
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.