3 Hektare Lahan Gambut di Banjar Terbakar, Tim RAKAT dan Warga Bergerak Padamkan Api.

Jumat, 18 Sep 2026, 14:09 WIB

 Tim Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT) bersama warga memadamkan kebakaran sekitar tiga hektare lahan gambut di Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk mencegah api meluas.

Kebakaran yang terjadi itu telah menghanguskan lahan yang ditumbuhi semak belukar serta jerami sisa batang padi

Ket. Foto: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar tiga hektare lahan gambut di Desa Mandikapau Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara Foto

Personel Tim RAKAT Azim di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat , mengatakan kolaborasi dengan warga dan relawan menjadi kunci agar kobaran api dapat dikendalikan sehingga tidak merambat ke lahan lain

Penanganan dilakukan selama sekitar tiga jam dengan metode pemadaman darat menggunakan dua unit alkon dan enam rol selang, serta melibatkan personel Buser 690 Banjar dan masyarakat setempat

“Alhamdulillah, penanganan juga dibantu oleh kawan-kawan dari Buser 690 Banjar, juga warga, sehingga api tidak menjalar ke mana-mana,” ujarnya

Azim menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran tumpukan jerami yang kemudian merembet ke lahan sekitar setelah tertiup angin kencang

Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat petugas tidak hanya berfokus memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan pembasahan pada area yang telah terbakar.

“Kami juga pastikan api betul-betul padam dengan pembasahan agar tidak muncul lagi apinya,” jelas Azim

Menurut dia, penanganan kebakaran di lapangan masih menghadapi kendala berupa minimnya masker serta keterbatasan selang pemadam yang dimiliki Tim RAKAT sehingga penambahan peralatan diperlukan untuk memperkuat respons terhadap karhutla

“Ya kita maksimalkan yang ada saja, semoga nanti ada penambahan fasilitas, terutama selang,” harapnya

Dia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau, karena kondisi angin kencang dapat membuat api dengan cepat merembet, sehingga pencegahan melalui penghentian pembakaran terbuka menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko karhutla di wilayah tersebut

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.