Apple Perkenalkan Chip M6 dan M5 Ultra, Fokus pada AI Lokal
Rabu, 26 Agu 2026, 16:35 WIBJAKARTA â Apple memperbarui lini komputer desktopnya dengan memperkenalkan chip M6 dan M5 Ultra. Kedua chip tersebut hadir pada Mac mini dan Mac Studio dengan fokus yang semakin kuat pada pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal.
M6 menjadi chip pertama Apple yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer (nm). Sementara itu, M5 Ultra menggunakan desain quad-die yang menggabungkan beberapa die dalam satu paket untuk menghasilkan kemampuan komputasi yang lebih besar.
Sebagian besar varian perangkat terbaru tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 22 September 2026. Apple juga membuka pemesanan awal, sedangkan konfigurasi dengan memori hingga 512GB baru akan dikirimkan pada akhir Oktober.
Apple mengklaim sejumlah peningkatan performa pada M6. Chip tersebut memiliki 12 inti CPU yang terdiri atas dua inti super, empat inti performa, dan enam inti efisiensi.
Perusahaan mengklaim M6 mampu menghadirkan performa single-threaded tercepat di dunia. Performa multithreaded disebut mencapai 1,2 kali dibandingkan M5, sedangkan performa CPU secara keseluruhan diklaim 40 persen lebih tinggi dibandingkan M4.
Pada sisi grafis, M6 menggunakan GPU 12-core yang dilengkapi Neural Accelerator pada setiap core. Menurut Apple, konfigurasi tersebut meningkatkan daya komputasi GPU puncak untuk kebutuhan AI hingga hampir 30 persen dibandingkan M5.
M6 juga dibekali Neural Engine dual 16-core serta penyimpanan dengan kecepatan hingga 15GB per detik. Bandwidth memori chip tersebut mencapai 170GB per detik.
Sementara itu, M5 Ultra menjadi chip yang lebih ditujukan untuk kebutuhan komputasi kelas berat. Apple menggunakan teknologi UltraFusion untuk menggabungkan dua chip M5 Max dual-die menjadi satu paket quad-die.
Konfigurasi tersebut menghasilkan bandwidth antar-die lebih dari 4,4TB per detik. Keempat die dapat bekerja sebagai satu prosesor sehingga mampu menyediakan hingga 36 core CPU, 80 core GPU, dan Neural Engine 32-core.
M5 Ultra juga mendukung memori terpadu hingga 512GB dengan bandwidth mencapai 1,2TB per detik. Apple mengklaim kemampuan komputasi GPU puncak untuk AI mencapai 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan M3 Ultra, sementara performa grafis meningkat hingga 40 persen.
Menariknya, M6 pada Mac mini justru menggunakan proses 2nm, sedangkan M5 Ultra masih menggunakan proses 3nm. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakter chip Ultra yang dibangun dari die seri Max sehingga biasanya menggunakan teknologi fabrikasi yang lebih lama.
Apple juga mengarahkan perangkat tersebut untuk kebutuhan AI lokal dan pengelompokan beberapa komputer. Dukungan koneksi Thunderbolt 5 memungkinkan sejumlah Mac Studio dihubungkan untuk menggabungkan sumber daya memori dan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar.
Apple menyebut empat Mac Studio yang dikelompokkan dapat menghasilkan throughput inferensi hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan satu perangkat. Perusahaan juga memperkenalkan kerangka kerja Core AI baru selain MLX untuk mendukung pengembangan dan pemrosesan AI.
Dari sisi harga, Mac mini dengan chip M6 dibanderol mulai dari 899 dolar AS. Sementara versi M5 Pro dipasarkan mulai 1.699 dolar AS, atau masing-masing 100 dolar AS lebih mahal dibandingkan model M4 dan M4 Pro sebelumnya.
Untuk Mac Studio, harga awalnya mencapai 2.499 dolar AS untuk konfigurasi M5 Max. Sementara model dengan M5 Ultra dibanderol mulai 5.499 dolar AS.
Kenaikan harga tersebut terjadi ketika industri komputer menghadapi tekanan pasokan memori. Harga DRAM disebut meningkat sekitar 90 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026 dan kembali naik lebih dari 50 persen pada kuartal kedua.
Tekanan tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan memori untuk infrastruktur AI, termasuk High Bandwidth Memory (HBM). Kondisi pasokan tersebut turut berdampak terhadap sejumlah produsen perangkat keras lainnya.
Apple sebelumnya juga menghadapi keterbatasan pasokan pada sejumlah model Mac. Beberapa konfigurasi membutuhkan waktu pengiriman cukup lama, sementara opsi kapasitas memori terbesar sempat tidak tersedia.
Pada generasi terbaru, Apple kembali menawarkan kapasitas memori lebih besar hingga 512GB. Namun, konsumen yang memilih konfigurasi tersebut harus menunggu hingga akhir Oktober untuk mendapatkan perangkat.
Di tengah tren meningkatnya kebutuhan komputasi AI, Apple menempatkan Mac Studio sebagai komputer desktop untuk kebutuhan AI tingkat lanjut. Sementara Mac mini diarahkan sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk menjalankan tugas AI secara terus-menerus.
Kehadiran chip M6 dan M5 Ultra menunjukkan strategi Apple yang semakin serius mendorong pemrosesan AI langsung di perangkat. Tantangan berikutnya bagi perusahaan adalah menjaga ketersediaan perangkat dan komponen memori di tengah permintaan komputasi AI yang terus meningkat.
- Teknologi
- artificial intelligence (AI)
- Apple
- chip
- Mac Studio
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Tiongkok-Indonesia Jalin Kerja Sama AI dan Maritim, Teknologi Jadi Senjata Baru!
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
-
Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya
-
Perkuat Fondasi Teknologi Berkelanjutan, Bank Jakarta Investasi pada Talenta Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.