Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional
Minggu, 23 Agu 2026, 14:48 WIBJAKARTA - Penyakit otak dan gangguan neurologis semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Stroke, Parkinsonâs disease, demensia, hingga berbagai movement disorder kini menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan deteksi dan penanganan lebih dini.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam The 1st International KingâsâEMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026 yang mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia serta sejumlah negara, termasuk para pakar dari Kingâs College London.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi akademik antara EMC Healthcare dan Kingâs College London yang telah berlangsung selama tiga tahun. Kolaborasi yang sebelumnya berfokus pada pengembangan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare tersebut kini diperluas dengan melibatkan tenaga medis dari luar jaringan EMC.
CEO EMC Healthcare, Jusup Halimi, mengatakan kolaborasi tersebut berawal dari perhatian. Yakni terhadap masih banyaknya kasus Parkinsonâs disease dan movement disorder yang terlambat didiagnosis.
âParkinson dan movement disorder lainnya sering kali terlambat didiagnosis. Ketika diagnosis dilakukan terlambat, treatment-nya menjadi lebih kompleks, lebih sulit, dan tentunya meningkatkan biaya,â ujar Jusup.
Menurut dia, kondisi tersebut mendorong EMC Healthcare meningkatkan perhatian terhadap Parkinsonâs disease dan demensia di Indonesia. Salah satunya melalui kolaborasi akademik dengan Kingâs College London.
Selama tiga tahun terakhir, EMC Healthcare mengirimkan dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik. Serta tenaga kesehatan di bidang rehabilitasi untuk mengikuti pelatihan bersama Kingâs College London, termasuk melalui program di Dubai.
Jusup menilai peningkatan pengetahuan tersebut penting karena masih ada anggapan berbagai perubahan fungsi tubuh pada usia lanjut merupakan sesuatu yang normal dan harus diterima. âPadahal banyak hal seperti ini sebenarnya bisa diatasi sehingga kualitas hidup para penderitanya dapat ditingkatkan,â kata dia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir saat pembukaan The 1st International King's - EMC berharap kolaborasi semacam ini untuk dapat mendorong lebih banyak dokter dan peneliti Indonesia untuk terhubung dengan para ahli di luar negeri.
Dengan begitu, terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat mempercepat pemahaman mengenai penyakit saraf di Indonesia. âSaya berharap bisa menstimulasi keinginan dokter-dokter di Indonesia dan peneliti Indonesia terkait penyakit neuro seperti ini untuk bisa berhubungan dengan teman-teman di luar negeri,â ujar Budi.
Budi pun berharap lewat acara simposium yang digelar EMC Healthcare dengan King's College London ini membuat pengetahuan yang dimiliki dokter Indonesia setara dengan luar negeri.
"Terpenting nantinya bisa mengakselerasi pemahaman teman-teman Indonesia terhadap penyakit ini setara dengan yang di luar negeri,â kata dia.
Pemerintah, menurut Budi, telah memperluas akses terhadap fasilitas diagnostik. Salah satunya melalui pengembangan layanan CT scan di 514 kabupaten dan kota. Pemerintah juga menyiapkan cath lab serta meningkatkan kompetensi dokter untuk menangani kasus stroke dan gangguan neurovaskular yang lebih kompleks.
Namun, Budi menilai tantangan berikutnya adalah penyakit seperti Alzheimer dan demensia. Dua penyakit ini hingga kini masih menyimpan banyak pertanyaan ilmiah.
Karena itu, penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi penyakit otak secara lebih dini menjadi penting. Menkes Budi pun mendorong pengembangan teknologi diagnostik, biomarker, genomik, kecerdasan buatan, hingga bioteknologi. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca Berawan Dominasi Sebagian Besar Wilayah Indonesia
-
Pemerintah tetapkan tenor rumah subsidi hingga 40 tahun
-
Pendapatan DKI Jakarta Capai Rp29,29 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar
-
Hoaks Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Minta Warga Nahdliyin Jangan Mudah Terprovokasi
-
Sumedang Terus Perkuat Produktivitas Pertanian, meski Telah Surplus Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.